suluhnusa.com_Cara penangkapan ikan dengan bom menyebabkan biota laut menjadi rusak dan ikan ikan mati. Dan oknum yang melakukan pengeboman ini tidak akan mendapat ampun dari pemerintah.
Hal ini disampaikan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, kepada wartawan di Lewoleba, saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Lembata, 10 Juni 2016.
Menteri Susi menegaskan, apapun aktivitas dilaut seluruh Indonesia harus yang ramah lingkungan, yang baik, yang menguntungkan pemerintah dan masyarakat setempat.
“Dan apaun pengembangan, entah itu pariwisatanya, jangan sampai merugikan masyarakat setempat. Tentu pemerintah setempat yang lebih tau kebutuhan masyarakatnya,” ungkap Susi Pudjiastuti.
Susi Pudjiastuti juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberi ampun kepada oknum atau kelompok masyarakat yang menangkap ikan dengan menggunakan racun portas dan bom.
Sebab menurut dia tindakan tersebut akan merugikan pemerintah dan masyarakat. Bahkan merusak lingkungan laut. Untuk itu, dirinya tidak akan mentolerir tindakan demikian.
Dia meminta agar semua muspida dan seluruh jajaran pemerintah daerah bisa memperhatikan persoalan ini karena bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.
“Pemerintah daerah dan seluruh muspida bisa memperhatikan hal ini agar bukan hanya meminimalisir tetapi harus bisa menyetop tindakan ini. Tentu kami pemerintah pusat bisa membantu fisilitas penunjang kepada daerah,” tegas Pudjiastuti.
Tahun ini pun, Demikian Susi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) banyak mengampanyekan stop penangkapan ikan yang merusak lingkungan (destructive fishing).
Tak hanya kepada nelayan, Susi juga mengajak anak-anak di pesisir untuk ikut menjaga laut. Susi mengatakan, agar anak-anak mau ikut menjaga laut, maka anak-anak perlu melihat sendiri indahnya bawah laut.
Dan saat mengunjungi Desa Babukerong, Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Susi memberikan 500 kacamata renang (Speedo Goggles) agar anak-anak di pesisir Flores itu bisa snorkeling dan menikmati kecantikan bawah laut.
“Pak Dirjen (PRL), ada berapa anak sekolah di sini? 500? Tolong kasih mereka Speedo Goggles kecil-kecil. Biar mereka tahu. Kita mau mereka menjaga laut kita karena katanya cantik dan indah,” kata Susi saat berbincang dengan masyarakat nelayan, Sabtu (11/6/2016). Susi dan rombongan saat merapat ke Desa Babukerong memang disambut oleh anak-anak usia sekolah dasar berseragam Pramuka. (sandrowangak)
