suluhnusa.com – dalam menghasilkamn sebuah Karya Tulis, seoran guru mesti melaksanakan dengan rasa tanggungjawab. Sebab karya yang dihasilkan merupakan gambran jiwa guru yang bersangkutan dalam pengabdian dan pemahaman terhadap tugas yang diemban.
Memang era ini, guru sungguh dituntut untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas diri dengan jalan menulis. Sebab itu, menulis sudah menjadi kebutuhan guru zaman ini.
Sayangnya, disaat menulis menjadi kebutuhan banyak guru ternyata masih gagap bahkan alergi untuk menulis. Akibatnya adalah, guru menjiplak karya orang lain.
Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Guru Penulis NTT, Thomas Sogen saat memberikan sapaan kepada peserta Hari Ulang Tahun Agupen NTT ke II di Kupang.
Dalam kegiatan itu dilaksanakan pula seminar Nasional Pendidikan atas kerjasama Agupena Wilayah NTT dan LPMP NTT sekaligus merayakan HUT AGUPENA NTT yang ke-II.
Kegiatan ini terjadi pada tanggal 14 Desember 2016 di IN OUT Ballroom kupang. Seminar dengan tema ” Profesionalisme Guru Di Era Implementasi Kurikulum 2013″ dihadiri sekitar 100 peserta terutama praktisi pendidikan guru-guru. Hadir juga Utusan Agupena Cabang Flores Timur Asy’ari Hidayah Hanafi.
Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam seminar ini panitia menghadirkan tiga orang pembicara yakni : Thomas A. Sogen, S.Pd. MBA ketua Agupena NTT, Minhajul Ngabidin, S. Pd. M. Si Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTT, dan Kepala Lab. PPKN FIS Universitas Negeri Malang Dr. Nur Wahyu Rochmadi, S. Pd. M. Si
Dalam sambutannya Thomas Akaraya Sogen Ketua Agupena Wilayah NTT mengatakan bahwa Agupena NTT masih masih berumur balita, sehingga masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, walau baru berumur 2 tahun tapi Agupena senantiasa berusaha mewujudkan cita cita organisasi.
Beberapa kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka melatih kemampuan menulis bagi guru-guru.
Masih banyak guru mengalamai kesulitan dalam melakukan seminar PTK/PTS setelah menyusunnya terutama mengundang guru dari sekolah lain.
Thomas juga berterima kasih kepada Dinas PPO dan LPMP serta DPRD NTT yang telah banyak memberi perhatian pada Agupena. Thomas juga menyampaikan rasa prihatinnua pada beberapa masalah seperti kasus palgiasisme beberapa guru. Jika gurunya tidak jujur bagaimana nasib dunia pendidikan dan nasib anak didik ungkap Thomas. Orisinilitas karya guru menjadi sesuatu yang sangat penting.(aryhanafi)
