KALABAHI – Pemerintah Kabupaten Alor mengakui perhatian dan dukungan terhadap pengembangan olahraga di daerah belum sepenuhnya memenuhi harapan.
Pengakuan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten II Setda Alor, Rasyid Miran, saat membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tenis Lapangan Yunior Pelti Kabupaten Alor, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Di tengah keterbatasan dukungan pemerintah, Persatuan Lawn Tennis Indonesia (Pelti) Kabupaten Alor justru konsisten melakukan pembinaan atlet muda secara mandiri. Bahkan, sejumlah atlet binaannya telah menorehkan prestasi di tingkat provinsi hingga nasional.
Miran menyampaikan apresiasi kepada pengurus Pelti Alor yang selama ini secara sukarela mengembangkan olahraga tenis lapangan dan menyelenggarakan kompetisi tanpa bergantung sepenuhnya pada dukungan pemerintah daerah.
Ia mengaku memahami bahwa perhatian pemerintah terhadap pengembangan olahraga masih perlu ditingkatkan.
“Jujur, perhatian pemerintah belum memenuhi harapan. Namun, di tengah kondisi tersebut, pengurus Pelti Alor telah membawa nama harum Kabupaten Alor dan menjaga martabat pemerintah daerah di tingkat provinsi,” kata Miran dalam sambutannya.
Menurut dia, Pelti Alor menunjukkan bahwa pengembangan olahraga membutuhkan keikhlasan, pengorbanan, dan semangat pengabdian.
Bahkan, Miran mengungkapkan, dirinya mengetahui bahwa sejumlah cabang olahraga berupaya mendapatkan bantuan pemerintah. Namun, selama ini Pelti justru dinilai tidak banyak melakukan komunikasi atau koordinasi terkait permintaan dukungan tersebut.
“Tadi malam saya diminta Wakil Bupati untuk membuka kegiatan ini.
Kami tahu persis bagaimana cabang olahraga lain berupaya mendapatkan bantuan. Namun, selama ini yang kami amati, Pelti tidak berkomunikasi atau berkoordinasi mengenai hal itu. Sungguh luar biasa kegiatan Pelti digelar dengan swadaya,” ujarnya.
Miran berharap konsistensi pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi tersebut dapat melahirkan atlet-atlet tenis lapangan asal Alor yang mampu bersaing di tingkat daerah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga nasional.
Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak hanya mengejar prestasi olahraga, tetapi tetap memperhatikan pendidikan.

“Sebagai atlet, harus latihan serius, patuh kepada pelatih, dan pintar di lapangan maupun di sekolah. Ingat belajar, ingat latihan,” pesannya.
Miran menegaskan, prestasi memang menjadi tujuan kompetisi, tetapi persaudaraan dan sportivitas juga harus dijunjung tinggi.
Ia turut mengajak orang tua, guru, teman sekolah, dan masyarakat untuk hadir menyaksikan pertandingan sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan tenis lapangan di Kabupaten Alor.
Ketua Pelti Kabupaten Alor, Juvenile Djojana, mengatakan kejuaraan tersebut telah memasuki tahun kelima penyelenggaraan dan menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam membangun regenerasi atlet tenis lapangan.
Kejurda Tenis Lapangan Yunior Pelti Alor tahun 2026 melibatkan sekitar 50 atlet usia anak yang merupakan hasil pembinaan pengurus Pelti Kabupaten Alor. Pertandingan berlangsung di Lapangan Tenis Kantor Bupati Alor Lama, Padang Takukur, Kelurahan Mutiara, Kecamatan Teluk Mutiara, Kalabahi, dengan kategori yang dipertandingkan meliputi ekshibisi, kelompok usia 8–10 tahun, 10–12 tahun, dan 14–16 tahun.
Juve, sapaan akrab Juvenile Djojana, menjelaskan pembinaan tenis lapangan bagi anak-anak membutuhkan kedisiplinan dan proses latihan yang konsisten.
Menurut dia, anak-anak yang baru mengenal tenis membutuhkan waktu sekitar enam bulan latihan rutin sebelum mampu menikmati pertandingan dan memukul bola dengan baik.
“Selama lima tahun ini kami fokus pada pembinaan. Setiap hari kami melatih sekitar 20 sampai 30 anak sesuai kelompok usia dan tingkat kemampuan,” ungkapnya.
Juve mengungkapkan, hasil pembinaan Pelti Alor mulai menunjukkan perkembangan menggembirakan. Dalam sejumlah kejuaraan tingkat Provinsi NTT, atlet Alor mampu bersaing dengan daerah lain, termasuk Kota Kupang.
Ia menyebut Alor berhasil meraih tiga medali emas dalam kejuaraan tingkat provinsi. Selain itu, sejumlah atlet binaannya juga berhasil meraih juara pertama dan prestasi pada kategori terbuka. Tidak hanya itu, Pelti Alor secara rutin mengirimkan atlet potensial ke Jakarta untuk mengikuti program latihan dan pertandingan selama enam bulan.
“Sekarang ada enam anak Alor di Jakarta. Salah satunya sudah berada di peringkat 20 nasional. Mudah-mudahan bisa masuk seleksi nasional,” kata Juve.
Ia juga menyampaikan bahwa salah satu mantan atlet binaan Pelti Alor kini telah menjadi pelatih di Jakarta, sementara dua atlet lainnya direkrut sebagai asisten pelatih.
Juve berharap tenis lapangan ke depan tidak hanya menjadi sarana meraih prestasi, tetapi juga membuka peluang pekerjaan dan sumber penghasilan bagi anak-anak.
Ia mencontohkan, sejumlah atlet muda asal Alor yang berkiprah di Jakarta telah memperoleh penghasilan sekitar Rp6 juta hingga Rp8 juta.
“Harapan saya, setelah menyelesaikan SMA, anak-anak yang berprestasi melalui tenis juga bisa melanjutkan pendidikan hingga sarjana. Tenis bukan hanya tentang prestasi nasional, tetapi juga bisa menjadi mata pencaharian karena olahraga ini sudah menjadi bagian dari industri,” ujarnya.
Juve mengatakan, Pelti Alor berambisi meningkatkan frekuensi penyelenggaraan kompetisi. Jika selama ini Kejurda digelar setiap tahun, pihaknya menargetkan ke depan pertandingan dapat berlangsung setiap enam bulan.
Menurut dia, kompetisi menjadi bagian penting dalam mengukur perkembangan atlet sekaligus membiasakan mereka menghadapi pertandingan dengan aturan resmi.
Ia berpesan agar seluruh atlet menjaga sportivitas, disiplin berlatih, dan memahami aturan permainan tenis lapangan.
Melalui Kejurda ini, Pelti Alor berharap semakin banyak atlet muda yang tumbuh, berkembang, dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Alor di berbagai ajang olahraga, ujar Juve.
Untuk diketahui, Kejurda tersebut dibuka oleh Rasyid Miran mewakili Bupati Alor. Hadir dalam kegiatan itu Ketua Pelti Alor Juvenile Djojana, Wakil Ketua Pelti Robinson Bukang, Ketua Pengadilan Agama Kalabahi yang juga merupakan atlet tenis lapangan, jajaran pengurus, pelatih Mersi Millu dan Irma, serta Ketua Panitia Ivan.
Lapangan tenis Kantor Bupati Alor Lama yang digunakan dalam pertandingan tersebut juga dilengkapi fasilitas lampu sorot sehingga memungkinkan pertandingan dilaksanakan pada malam hari.+++
j.k
