Dari Kata Menjadi Karya Lalu Bangga Menjadi Orang Nagawutun

Mengingatkan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa dengan terus belajar, berkarya, dan berinovasi

LEWOLEBA – DARI kata menjadi karya. Kalimat yang dipilih menjadi tema kegiatan itu. Lengkapnya, Dari Kata Menjadi Karya, Dari Budaya Menjadi Kebanggaan.

Pilihan kalimat ini tidak sekedar pesan kosong. Mereka sedang memberi pesan, kata dan karya harus seimbang. Pesan lain kata kata tidak cukup mewakili kebanggan berbudaya. Sebab budaya harus dibarengi dengan karya.

Empat kata kunci dari tema ini kata, karya, bangga dan budaya adalah catatan pentas hasil negosiasi rasa karsa pada pentas karya anak anak spensa Nagawutun pada hari sumpah pemuda 2026.

Bagi pelajar dan guru Spensa Nubatukan, kata kata saja tidak bisa mewakili sumpah. Ia harus ada karya dalam balutan balutan Expo Spensa Naga Tahun 2026 di Loang, Jumat 30 Oktober 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kadis Pendidikan Kabupaten Lembata diwakili  Yohanes Keluli sebagai pejabat pengembangan penilaian pendidikan bidang pembinaan SMP.

Expo di Hari Sumpah Pemuda ini menjadi momentum untuk mengaktualisasikan semangat kreativitas generasi muda, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya lokal.



Ada ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan bakat, menghasilkan karya, mengembangkan keterampilan, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi lokal Nagawutung.

Pembukaan Expo Spensa Naga 2026 dihadiri camat Nagawutung Agustinus Wukak, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata yang diwakili Frans Sabaleku, unsur TNI dan Polri; kepala sekolah TK, SD, SMP, dan SMA di wilayah Loang dan sekitarnya, lima kepala desa pendukung sekolah, pengurus komite sekolah tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidikan, para orang tua dan wali murid, serta tamu undangan lainnya.

Yohanes Keluli, mewakili dinas pendidikan menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif dan penyelenggaraan Expo Spensa Naga 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah berani yang patut diapresiasi karena memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka.

“Suatu langkah berani yang perlu kita apresiasi agar kelak lahir anak-anak berbakat dari Nagawutung ini,” ungkapnya. 

Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi pihak sekolah untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan, kreativitas, kemandirian, dan karakter peserta didik.


Kepala SMP Negeri 1 Nagawutung, Andreas FX Lawe Odung

Kepala SMP Negeri 1 Nagawutung, Andreas FX Lawe Odung,  menegaskan bahwa setiap peserta didik perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk berkreasi serta mengembangkan potensi dirinya. Menurutnya, prestasi peserta didik tidak hanya diukur melalui kemampuan akademik, tetapi juga melalui pencapaian di bidang nonakademik.

Expo Spensa Naga merupakan salah satu bentuk komitmen sekolah dalam menyediakan ruang aktualisasi bagi peserta didik untuk menunjukkan bakat, kreativitas, keterampilan, dan kemandirian melalui berbagai karya nyata.

Camat Nagawutung, Agustinus Wukak mengungkapkan  kegiatan EXPO Spensa Naga penting untuk pembentukan karakter dan mental anak didik karena mereka belajar mewarisi adat dan tradisi yang perlu kita lestarikan.

Dalam pameran tersebut, peserta didik menampilkan beragam produk hasil kreativitas dan pemanfaatan potensi lokal. Produk olahan pangan yang dipamerkan antara lain jagung titi, keripik ubi dan pisang, minyak Virgin Coconut Oil (VCO), serta kacang mete yang berasal dari hasil kebun sekolah.

Selain produk pangan, pengunjung juga disuguhkan berbagai hasil kerajinan tangan, seperti kain sarung dan selendang tenun ikat, tas dan gelang rajutan, serta kerajinan berbahan bambu. Kegiatan semakin semarak dengan pentas seni yang menampilkan beragam bakat dan kreativitas peserta didik.

Berbagai karya tersebut memperlihatkan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas melalui pembelajaran teori. Sekolah juga menjadi ruang untuk menumbuhkan keterampilan hidup, jiwa kewirausahaan, kecintaan terhadap budaya lokal, serta kepedulian dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.

Di balik kemeriahan Expo Spensa Naga 2026, terdapat kerja keras dan kolaborasi panjang dari panitia serta seluruh pihak yang terlibat. Paulinus Sugi Duli, guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang juga bertindak sebagai sutradara kegiatan dan bekerja di balik layar, mengungkapkan rasa puas sekaligus bangganya atas penampilan para peserta didik.

“Ini merupakan kegiatan yang spektakuler. Ada kolaborasi, persiapan panjang, hingga perjuangan mencari para donatur. Sungguh, semuanya melelahkan. Namun, seluruh kelelahan itu akhirnya terbayarkan malam ini. Saya sangat puas dan bangga melihat anak-anak tampil luar biasa dan begitu memukau,” ungkapnya.

Melalui Expo Spensa Naga 2026, SMP Negeri 1 Nagawutung ingin membangun kesadaran bahwa budaya dan kekayaan lokal bukan sekadar warisan yang harus dikenang, melainkan potensi yang dapat dikembangkan menjadi karya kreatif dan bernilai.

Kepala sekolah berharap kegiatan ini dapat terus berkembang menjadi agenda pendidikan yang memberikan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik.

Dukungan pemerintah daerah, orang tua, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk mendorong kemajuan pendidikan di wilayah Nagawutung.

Expo Spensa Naga 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran hasil karya dan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan semangat persatuan, kebangsaan, dan kecintaan terhadap bahasa serta budaya.

Sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda, kegiatan ini mengingatkan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa dengan terus belajar, berkarya, dan berinovasi.

Melalui semangat “Dari Kata Menjadi Karya, dari Budaya Menjadi Kebanggaan”, SMP Negeri 1 Nagawutung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat budaya, mengembangkan kreativitas, dan membangun generasi muda Lembata yang terampil, berkarakter, serta berdaya saing.+++


holland


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *