Polemik Snack Basi di RSUD Lewoleba, Begini Penjelasan Pihak Ketiga

LEWOLEBA – SETELAH mendapat keluhan dari petugas jaga malam terhadap snack basi dan diberitakan suluhnusa.com selama tiga edisi berturut turut, Direktur CV. Dakara Prima sebagai pihak ketiga yang mengerjakan proyek ini memberikan  klarifikasi, Senin, 2 Juni 2025.


Dibalik Snack Basi Mencuat Fakta Manajemen Buruk, Direktur RSUD Lewoleba dan Kontraktor Tiba Tiba Jadi…


Direktur CV. Dakara Prima, Yoseph Wistom Daton Tau mengungkapkan pihaknya hanya melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak yang disodorkan oleh Pihak Rumah sakit sebagai pemilik pekerjaan.

“Bahwa menu yang disediakan oleh kami berdasarkan kontrak. Dan penyusunan menu itu bukan dari kami pihak ketiga tetapi dari PPK dan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Lewoleba. Kami mengadakan menu untuk petugas jaga malam sudah sesuai menu dalam kontrak”, ungkap Wistom Rau.

Disinggung terkait menu yang basi, Wistom mengunglapkan, pihaknya saat mengadakan snack tersebut selalu berkoordinasi petugas gizi di ruangan gizi RSUD Lewoleba.

“Kami selalu koordinasi sesuai arahan petugas gizi di ruangan gizi. Bahkan sebelum dibagikan petugas gizi selalu melakukan pemeriksaan. Ada yang tidak sesuai atau basi dikembalikan. Memang mungkin ada keluhan tapi snack yang kami adakan tidak dalam kondisi sudah basi. Kam antar sore hari dan kadang petugas jaga malam sudah makan dari rumah. Sehingga snack yang disediakan dimakan saat sudah larut malam sehingga menjadi basi. Kami tidak mempersalahkan petugas jaga malam. Ini evaluasi kita sudah dipanggil juga oleh pihak rumah sakit untuk merubah menu. Masih menunggu PPK yang baru”, ungkap Wistom


Kasihan, Disuguhkan Snack Basi, Petugas Jaga Malam RSUD Lewoleba Alami Diare Berhari Hari


Menurut Wistom, oleh karena PPK yang pertama sudah meninggal maka kewenangan untuk mengganti PPK adalah direktur RSUD Lewoleba, sebagai kuasa pengguna anggaran.

“Kami sudah dipanggil oleh pihak RSUD karena akan ada addendum menu. Kami siap laksanakan. Menunggu pergantian PPK dan daftar perubahan menu pada bulan Juni ini”, jelas Wistom.


Kasihan, Disuguhkan Snack Basi, Petugas Jaga Malam RSUD Lewoleba Alami Diare Berhari Hari


Sementara itu, terkait anggaran, Wistom mengungkapkan, awalnya pahu anggaran 390 juta akan tetapi berdasarkan penjelasan PPK yang lama bahwa akibat efisiensi anggaran maka dipotong sehingga nilai kontrak menjadi 190 juta.

“Kontrak hanya 190 juta akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Sejak awal PPK sudah jelaskan kepada kami terkait pemotongan ini. Kami berusaha mengerjakan berdasarkan kontrak dan sesuai aturan”, tutur Wistom.

Sebelumnya diberitakan oleh media ini, banyak petugas jaga malam di RSUD Lewoleba mengalami diare akibat konsumsi snack basi. Bukan saja basi tetapi snack yang disiapkan untuk para perawat, bidan, satpam dan sopir yang bertugas malam hari di RSUD Lewoleba tidak layak dan jauh dari standar makanan bergizi.

Kasihan, petugas kesehatan harusnya diperhatikan kesehatanya melalui makanan yang bergizi ternyata tidak berlaku di RSUD Lewoleba.

Mereka yang bertugas pada malam hari baik perawat,  bidan, Satpam dan Sopir ambulance disuguhkan sebotol aqua 300 ml, sepotong roti, dan sepotong Ubi goreng, rempal dan buavita. Bahkan ditemukan kolak yang sudah basi.

Alhasil petugas jaga malam yang konsumsi snack tersebut mengalami diare berhari hari. Bahkan dehidrasi dan diserang penyakit maag.

Suguhan snack yang tidak layak ini bukan saja untuk para tenaga medis perawat, bidan, Satpam dan sopir tetapi juga untuk para dokter. Mirisnya, untuk dokter yang bertugas untuk snack hanya disuguhkan aqua gelas.

Kondisi ini diperparah lagi dengan Ubi goreng yang berminyak padahal tenaga medis yang bertugas malam hari butuh asupan makanan yang bergizi.+++sandro.wangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *