LEWOLEBA – ANGGARAN yang disiapkan pemerintah Kabupaten Lembata untuk pengadaan snack bagi petugas malam di. RSUD Lewoleba, sebesar Rp. 390 juta untuk tahun 2025. Sayangnya, anggaran ini tidak digunakan secara baik oleh pihak ketiga sebab hanya bisa menghasilkan snack basi.
Diduga kuat pihak ketiga yang dipercaya menyediakan snack ini hasil main mata Direktur RSUD Lewoleba, drg. Yoseph Freinandemets Paun dan Kepala Ruangan Gizi, berinisial FM.
Berdasarkan penelusuran wartawan, pihak ketiga yang menyediakan snack bagi petugas malam di RDUD Lewoleba adalah CV. Dakara Prima yang beralamat di Desa Muruona Kecamatan Ile Ape. Diketahui Kuasa Direktur CV. Dakara Prima, Yoseph Wimston Daton Rau, merupakan adik dari Kepala Ruangan Gizi RSUD Lewoleba, berinisial FM. Bahkan istri dari Direktur CV. Dakara Prima bekerja sebagai dokter di Puskesmas Waipukang.
Alhasil, patut diduga pengadaan snack untuk petugas jaga malam di RSUD Lewoleba hasil kolusi dan nepotisme.
Hal ini disampaikan Ketua FP2L, Alex Murin kepada wartawan di Lewoleba, 26 Mei 2025.
Disinggung terkait keterlibatan Direktur RSUD Lewoleba dalam meloloskan pekerjaan ini, Alex tegas mengungkapkan Direktur sebagai kuasa pengguna anggaran pasti terlibat dalam praktek kolusi dan nepotisme ini.
Karena itu dirinya meminta agar Pihak Aparat Penegak hukum baik kejaksaan maupun Kepolisian mengusut kasus ini.
“Harus diaudit. Direktur sebagai kuasa pengguna anggaran harus bertanggubgjawab. Anggaran 390 juta, hasilnya snack basi. Ini patut diduga ada kolusi. Masa Direktur ikut saja apa kata Kepala Ruangan gizi? Ada apa ini? “, tegas Alex Murin.
Kasihan, Disuguhkan Snack Basi, Petugas Jaga Malam RSUD Lewoleba Alami Diare Berhari Hari
Direktur RSUD Lewoleba, drg. Yoseph Freinandemets Paun, kepada wartawan di ruangan kerjanya, 23 Mei 2025 mengakui ada keluhan dari petugas medis terkait snack basi tersebut.
Dirinya menerima banyak keluhan terkait snack yang basi tersebut sejak satu bulan terakhir dan pihaknya sudah memanggil pihak ketiga.
“Kami mendapat keluhan dari petugas malam. Memang ada snack yang basi. Kolak misalnya tapi itu karena waktu makan sudah dini hari. Kami sudah panggil pihak ketiga tapi karena alasan kedukaan dalam keluarga sehingga pihak ketiga baru memenuhi panggilan kami tadi pagi, 23 Mei 2025”, ungkap drg. Yos Paun.
Menurutnya, niat pihak ketiga dengan menyediakan menurut bervariasi setiap hari adalah baik agar para petugas tidak bosan dan menggerakkan ekonomi UMKM tetapi ada keluhan dari petugas sehingga akan diperbaiki.
“Baru ditemukan satu bulan terakhir. Kami tidak bisa mengabaikan keluhan itu. Karena pengeluhan itu datang dari mereka yang alami. Memang kita tidak bisa memuaskan selera semua orang. Kita sedang cari jalan keluar karena apa yang dilakukan oleh pihak ketiga sudah sesuai menu dalam kontrak. Memang ada addendum akan tetapi belum bisa dilakukan karena PPK baru saja meninggal”, ungkap drg. Yos Paun.
Untuk diketahui PPK yang menangani kontrak penyediaan snack bagi petugas. Alam di RSUD Lewoleba adalah Almarhum Frengky Doren yang baru saja meninggal karena serangan jantung.
“Kita belum bisa addendum karena PPK baru saja meninggal. Sebagai manusia kita hargai peristiwa duka ini. Ini force mayor sehingga belum bisa addendum secepatnya termasuk merubah menu snack”, jelas Yos Paun.
Sementara itu Direktur CV. Dakara Prima, Yoseph Wimston Daton Rau, menghindar dari media ketika dilakukan konfirmasi.
Siang juga ama, saya masih ada urusan sedikit ini, kalau sempat baru konfirmasi balik”, tulis Winston kepada wartawan melalui WhatsApp, 24 Mei 2025.
Dihubungi melalui WhatsApp sejak Sabtu, 24 Mei 2024, Winston Rau mengatakan dirinya sedang sibuk dan akan menghubungi kembali, akan tetapi sampai Senin, 26 Mei 2025, Wimston ingkar janji sampai berita ini ditulis. +++sandro.wangak
