Jumlah Staf Yang Terpapar Covid 19 Terus Bertambah, Dinas PK Lakukan Screening Swab

Suluh Nusa, Kupang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang  lakukan screening ulang seluruh staf Senin, 2 Agustus 2021 yang berlangsung serentak di lobi dinas itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Drs. Dumuliahi Djami  mengatakan, screening yang dilakukan berupa sweb anti gen yang diikuti seluruh staf termasuk siswa dan mahasiwa praktek di kantor itu.

“Sedang berlangsung swab antigen untuk seluruh dan ini sangat penting apalagi dinas kita ini melayani banyak orang, jadi sangat penting supaya staf maupun pimpinan benar sehat dalam melayani masyarakat umum,” jelas Dumul.

Lebih lanjut ia mengatakan, denga swab screening dimaksud bertujuan untuk bisa mengetahui gejala awal yang dialami para staf dinas termasuk para pimpinan. Sehingga apa bila ditemukan terdapat gejala maka yang bersangkutan akan diminta istrahat beberapa saat di rumah sesuai aturan prorokol kesehatan.

Sampai saat ini belum diketahui hasilnya karena sedang berlangsung, Namun ia berharap agar semua bisa benar sehat dalam melayani masyarakat di lingkungan Pendidikan Kota Kupang.

Penyaringan atau screening Covid-19 adalah langkah penting dalam mencegah penularan penyakit yang diakibatkan virus corona. Screening merupakan tindakan awal yang dilakukan petugas kesehatan terhadap pasien. Tindakan ini menentukan langkah selanjutnya, apakah pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit khusus rujukan Covid-19, perlu menjalani tes permulaan, atau bisa diperiksa secara umum sesuai dengan keluhan.

Screening Covid-19 dilakukan oleh petugas medis yang berkompeten sesuai dengan pedoman protokol penanganan Covid-19 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan. Screening bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas hingga rumah sakit. Prosedur ini penting demi keamanan pasien itu sendiri serta orang lain yang berada di sekitarnya, termasuk petugas medis yang menangani.

Dalam screening, diperlukan kerja sama dari pasien demi mendapatkan hasil yang valid. Ketidakjujuran dalam pemberian keterangan akan berakibat fatal karena berpotensi menyebarkan virus corona ke orang-orang yang berinteraksi dengan pasien, khususnya dokter dan perawat.

Pemeriksaan ini dijalankan dengan mengambil sampel cairan dari pangkal hidung atau tenggorokan pasien. (y.edangwala)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *