suluhnusa.com – Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar mewaspadai Penyakit Berbasis lingkungan pada musim Pancaroba ini. Penyakit berbasis lingkungan itu seperti demam berdarah, malaria, diare dan ISPA.
Warga juga dihimbau untuk menggunakan metode 3 M Plus, menutup wadah air, menguras bak air, Menguburkan kaleng-kaleng bekas, memberikan obat anti nayamuk dan pemakaian kelambu. Kini warga juga mulai memberantas sarang nyamuk dengan melibatkan anak sekolah serta pemerintah di Desa.
Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Lusia Sandra G.A, kepada suluhnusa.com, Selasa (22/10) mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan peringatan berupa himbauan kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai penyakit berbasis lingkungan.
“Pada musim pancaroba atau pergantian musim panas ke musim penghujan ini yang sering terjadi adalah penyakit demam berdarah, malaria, diare dan ISPA, takutnya musim hujan nanti, sampah bertebaran, bnyak air tergenang, jadi yang terpenting jaga kebersihan lingkungan,” ujar dr. Sndra GA, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Selasa (22/10).
Dr Lusia Sandra G.A juga menyebutkan, pihaknya tengah menangani kasus diare yang menyerang anak-anak pada masa peralihan musim kali ini. Kasus Diare tersebut kini dialami di tiga wilayah.
“Kami sedang kaji kasus diare yang terjadi di kelurahan Selandoro, kelurahan Lewoleba Utara dan wilayah pesisir Kecamatan Nagawutun. Kami duga karena pola makan dan sanitasi lingkungan,” ujar dr Lusia Sandra G.A.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Ansel Bahy mengatakan, mengantisipasi pergantiuan musim ini, pihaknya telah mengeluarkan himbauan kepada warga untuk menggunakan Teknik 3 M Plus guna membasmi jenik malaria yang kini mulai banyak menyerang warga.
“Sejak hari Minggu lalu, Kita keluarkan surat himbauan diumumkan di mimbar Gereja dan masjid, serta mimbar rumah rumah ibadah lainnya, tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kita juga mengajak warga untuk menjalankan Gerakan 3 M plus untuk membasmi jentik malaria,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Ansel Bahy.
Disebutkan, pihaknya tengah meneliti penyebab kejadian diare yang biasanya terjadi pada musim hujan namun kini terjadi pada musim pancaroba.
“Kita sedang teliti, apa penyebab diare yang menimpa anak-anak di tiga Kelurahan dan Desa di Lembata. Biasanya diare itu terjadi pada musim hujan, tapi kita di Lembata ini ditemukan kasus Diare pada puncak musim kemarau ini, terjadi di dua kelurahan yakni keluarahan Lewoleba Utara, Kelurahan Selandoro dan Nagawutun. Saya menduga karena persoalan sanitasi lingkungan dan pola makan,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Lembata, Ansel Bahy.***
hosea
