suluhnusa.com-Ketua Tim Dokter RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang, dokter Andreas Fernandez, Sp PD mengatakan, pleno hasil tes kesehatan balon Walikota dan Wakil Walikota Kupang serta Balon Bupati dan Wakil Bupati Lembata dan Flotim, sesuai agenda akan dilaksanakan, Rabu, 28 September 2016.
Karena itu, diharapkan semua proses dan tahapan pemeriksaan kesehatan para balon Walikota dan Wakil Walikota serta Balon Bupati dan Wakil Bupati bisa selesai pada, Selasa, 27 September 2016.
“Kemungkinan kalau tidak selesai sore, tim dokter lakukan pemeriksaan kesehatan hingga malam. Karena sesuai jadwalnya tanggal 28 September 2016 sudah pleno hasil pemeriksaan kesehatan,” kata Ketua Tim Dokter RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang, dokter Andreas Fernandez, Sp PD ketiak ditemui di RSU tersebut, Selasa, 27 September 2016.
Menurut dokter Andreas, beberapa tahapan pemeriksaan kesehatan sudah dilaksanakan para balon bupati dan wakil bupati tersebut. Tinggal beberapa item seperti pemeriksaan syaraf, tes treatmil untuk pemeriksaan jantung dan pemeriksaan penyakit dalam. Sementara item pemeriksaan lainnya sudah dilakukan Senin (26/9/2016).
Sebelumnya, Dokter Andreas mengatakan, penilaian kesehatan balon walikota dan wakil walikota serta balon bupati dan wakil bupati Flotim dan Lembata sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan. Tidak berpatokan pada kondisi kesehatan balon pada waktu-waktu sebelumnya meskipun informasi tentang riwayat penyakit sebelumnya juga ditanyakan dokter.
“Kita lihat kondisi kesehatan saat diperiksa sekarang. Walaupun riwayat penyakit sebelumnya juga ditulis atau ditanyakan juga. Kalau hasil pemeriksaan yang dilakukan sekarang sehat, maka hasil pemeriksaan itu yang dipakai,” kata Ketua Tim Dokter RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang, dokter Andreas Fernandez, Sp PD kepada wartawan di RSU tersebut, Senin (26/9/2016) siang.
Dokter Andreas mengatakan hal ini, menanggapi pertanyaan wartawan soal salah satu balon bupati dari Kabupaten Lembata, yang pernah gugur dalam tes kesehatan pilkada periode lima tahun sebelumnya. Dimana, hasil pemeriksaan tim dokter RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang saat itu menyebutkan, balon Bupati Lembata atas nama Lukas Witak mengalami gangguan pada syaratnya. Sehingga riwayat kesehatan tersebut mungkin menjadi pertimbangan tim dokter saat melakukan penilaian hasil tes kesehatan.
“Kita menilai kondisi kesehatan balon bupati dan wakil bupati serta balon walikota dan wakil walikota saat ini. Saat menjalani pemeriksaan. Kalau dalam pemeriksaan saat ini ternyata yang bersangkutan sehat, dokter akan menyatakan balon bupati tersebut sehat,” tegas dokter Andreas.
Hal lain yang menjadi penegasan dokter Andreas adalah hasil pemeriksaan dari rumah sakit lain juga tidak akan menjadi rujukan dan tidak berpengaruh.
Sebab, pemeriksaan itu bukan untuk kepentingan pencalonan dan rumah sakit tersebut bukan atas rekomendasi KPUD dan IDI NTT.
Sementara itu, Komisioner KPUD Lembata, Bernabas Marak mengungkapkan pleno hasik pemeriksaan para bakal calon menjadi kewenangan tim dokter. KPUD tidak memiliki kewenangan soal pleno hasil itu.
“Kami, KPUD hanya menerima hasil pleno. Dan setelah itu kami serahkan kepada para pasangan bakal calon dan partai koalisi”, jelas Marak.
Siapa yang lolos dan siapa yang kandas dites kesehatan, akan terbaca jelas saat pleno hasil pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter, Rabu 28 September 2016 di KPU Provinsi NTT. (sandrowangak)
