Demikian Ketatnya, Sampai Ada Paslon Yang Ketar Ketir

suluhnusa.com-Pemeriksaan kesehatan para bakal calon dan pasangan bakal calon, yang maju dalam pilkada di tiga kota/kabupaten se NTT tahun 2016 terasa berat.

Sebab pemeriksaan kesehatan untuk kepentingan politik bakal calon dan pasangan bakal calon pada periode sebelumbya dirasa lebih ringan. Tahun ini terasa sangat berat dan sungguh ketat.

Hal ini disampaikan Bakal Calon Walikota Kupang, paket Sahabat, Jonas Salean kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan hari terakhir, Senin, 26 September 2016.

Salean menjelaskan, dirinya pada periode lalu juga mengikuti proses pemeriksaan kesehatan ini, dan tahun ini dirinya merasa sangat pemeriksaan lebih berat, ketat dan teliti.

Ketelitian pemeriksaan kesehatan ini menurut Jonas berdampak positip salam proses politik melahirkan pemimpin. Sebab kesehatan merupakan hal penting dalam memimpin.

Dia mencontohkan, tes urine di BNN untuk memastikan paslon bebas narkoba. Psikotest yang dijalankan dengan menjawab 500 pertanyaan dan mencocokan delapan kotak serta menggambar lalu menghubungkan titil titik, merupakan parameter mengukur kesehatan psikologi, mental dan kejiawaan serta IQ para paslon.

“Walau tahun ini pemeriksaan kesehayannya lebih teliti dan detail. Saya yakin, paket sahabat lolos. Kita serahkan semua mekansime ini kepada tim dokter”, ungkap Jonas.

Sementara itu, Niko Frans, Bakal Calon Wakil Walikota yang mendampingi Jonas Salean, mengungkapkan dirinya merasa sehat sehat saja. Walau sedang mengkonsumsi obat tapi itu tidak menjadi kendala.

Niko menambahkan setiap tahapan pemeriksaan yang dia lewati, semua hasilnya baik. Dan dirinya yakin lolos kesehatan.

Toh, jika nanti dalam pleno tim dokter memutuskan bahwa dirinya tidak lolos, Niko mengaku sudah siap dan bersedia untuk diganti.

“Sebab bukan soal bersedia saja, tetapi ini sudah menjadi aturan. Jadi saya taat aturan bila tidak lolos. Doakan semoga paket sahabat lolos”, pinta Niko Frans.

Hal yang sama juga diakui oleh Bakal calon independen dari Kabupaten Flores Timur, Paul Tokan.

Bahwa semua proses pemeriksaan kesehatan yang sedang dijalani dirasa sangat ketat dan berat.

Sebut saja, misalnya, tes jantung, para pasangan calon harus melakukan treatmild selama sembilan menit dengan kecepatan berbeda. Dan proses ini harus dilalui sebab sudah menjadi ketentuan undang undang bagi pasangan calon pemilihan kepala daerah.

Informasi yang didapat dari salah satu bakal calon yang tidak mau ditulis namanya menceritakan, saat pemeriksaan jantung dengan treatmild ada beberapa pasangan calon yang nyerah dan ketar ketir. Saking beratnya paslon itu keteter.

“Kan kami dikasih waktu tiga menit untuk melakukan treatmild. Selang tiga tiga menit kami diperiksa detak jantung dan tensi darah. Nah, ada pasangan calon yang nyerah pada tiga menit pertama”, ungkap sumber suluhnusa.com kepada wartawan yang meliput di RSUD WZ Johanes Kupang sembari meminta agar tisak menulis namanya. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *