suluhnusa.com_Tingginya berbagai persoalan kekerasan seksual yang kompleks di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)-NTT, membuat semua pihak gerah.
Tidak ketinggalan, Aliansi Remaja Biinmafo (ARBI) adalah satu Organisasi Remaja Remaja yang sudah dua tahun fokus pada persoalan seputar pelanggaran Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR).
Berbagai kegiatan sudah dilakukan ARBI untuk secara langsung melibatkan remaja dalam mengenal, mencegah, dan menangani kasus-kasus kekerasan berbasis gender dan seksualitas.
Dalam rangka untuk mempersiapkan konselor sebaya bagi kalangan pelajar di TTU, ARBI menyelenggarakan Pelatihan Konseling Sebaya bagi pemimpin kelompok Remaja di Kabupaten TTU.
Pelatihan ini melibatkan remaja pelajar dan Mahasiswa dari berbagai institusi Penidikan di Kabupaen TTU.
Kegiatan Pelatihan Konselling terselenggara atas dukungan dari Instituta Hak Asasi Permpuan dan International Community on Managament of Population (ICOMP).
Training Konselor berlangsung selama empat hari (Minggu 18 –Rabu 21 Oktober 2015) di Hotel Lovero Kefamenanu.
Diharapkan, melalui kegitatan Pelatihan Konselor Sebaya ini, dapat mengenalikan kerja-kerja remaja dalam memberikan layanan kepada teman sebaya terkait dengan isu-isu HKSR baik pada tahap preventif, kuratif dan terminatif.
Demikian tegas Deny Sailana mewakili Yayasan Tanpa Batas, ketika membawakan materi tentang metode-metode konseling sebaya.
Ketua panitia penyelenggara Maria Eustachia ketika ditemui di sela-sela kegiatan,mengatakan bahwa training Konselor/konselor sebaya adalah salah satu tahapan dari bebeberapa kegiatan yang sudah dilakukan untuk terus meningkatkan pemahaman dan skill remaja di TTU agar bisa tampil sebagai aktor dalam mengurangi berbagai peersoalan kekerasan Seksual yang sering terjadi di TTU
“Pelatihan konselor sebaya merupakan upaya efektif untuk menyiapakan remaja dalam menanganni berbagai persoalan kekerasan seksual di TTU. Remaja harus berani tampil sehingga tidak terus divonis oleh orang tua. Selain itu, karena minimnya pelayanan kesehaatan yang ramah dan komprihensif bagi remaja, maka kita siapkan konselor sebaya sehingga saat ada persoalan, remaja tidak canggung untuk berbagi dengan teman sebayanya” tergas Maria. (marcel manek)
