gelap pekat
udara pengap
cahaya muram
kota yang suram
anjing anjing mengais sampah
dengan koreng di punggung,
gelandangan bergelimpangan
di kaki kaki gedung, di deretan rumah petak
di emperan toko, di jalanan yang sesak
bulan memerah darah
angin berhembus seperti bara
bumi terbakar, tanpa asap
cahaya membidik sepasang remaja menantang
di balik rimbunan taman
ah siapa pemilik malam
para pemabuk yang gamang
atau remaja yang kebablasan
mungkin juga perempuan
dengan gincu berdiri di sudut remang
malam jahanam
bergerak seperti kabut hitam
di sebuah kota,
panas menyerang
orang orang mengerang
Luh Widyastuti