Kupang, Kota Sehat 24 jam

suluhnusaNET_Kesehatan merupakan kebutuhan primer, karena itu, kesehatan harus dilayani 24 jam.

Sejak dilaunching 10 Februari 2014 silam program Brigade Kupang Sehat (BKS) diketahui cukup membantu masyarakat Kota Kupang, terutama warga yang jauh dari akses pelayanan kesehatan seperti rumah sakit maupun Puskesmas.

Kepada suluhnusa.com sejumlah warga penerima manfaat BKS maupun sejumlah personil di posko BKS Pasir Panjang Kupang, 10 Agustus 2015 menyebutkan, sampai satu tahun terakhir sejak program inovasi kesehatan ini yakni BKS banyak dimanfaatkan warga yang tinggal di kelurahan pinggiran seperti Naioni, Fatukoa, Bello serta Naimata.

“Pengalaman kami selama satu tahun sejak peluncuran program BKS ini banyak kami layani di kelurahan pinggiran di Naioni, Bello, Fatukoa dan Naimata sedangkan kelurahan lain yang ada di pusat kota, mungkin karena dekat dengan fasilitas kesehatan sehingga ada layanan kami tapi sedikit, demikian Frans Kase salah satu sopir mobil BKS yang juga dibenarkan beberapa rekannya saat ditemui di posko BKS Pasir Panjang Senin, 10 Agustus 2015.

Mobil Brigade Kupang Sehat (foto: nusbaitanu)
Mobil Brigade Kupang Sehat (foto: nusbaitanu)

Frans dan rekan-rekannya mengaku selama bertugas di posko BKS satu tahun ini banyak hikmah yang didapat karena bisa membantu warga yang benar-benar kesulitan terkait dengan pelayanan kesehatan terutama di malam hari.

Ia menceritakan pengalaman pelayanan BKS di Kelurahan Naioni dan Bello misalnya ada warga yang jauh dari Fasilitas Kesehatan dan tidak cukup uang untuk berobat ke fasilitas kesehatan, tetapi dengan pelayanan mobil BKS warga sangat terbantu.

“Bayangkan saja pak kami pernah layani warga yang sakit di Bello dan Naioni pada tengah malam ternyata sangat membantu karena di sana jauh dari jangkauan rumah sakit,” jelas Beni Fahik salah satu anggota BKS.

Namun demikian, dengan pelayanan yang sungguh dan tulus dari hati seorang pelayan kesehatan ternyata masih ada juga oknum tak bertanggungjawab yang dengan sengaja meminta bantuan pelayanan BKS tetapi sekedar iseng semata. Marlyn Potokatoe salah satu Bidan di Posko BKS saat itu mengatakan, pernah bersama beberapa rekannya dikibuli oknum tertentu meminta bantuan tetapi setelah di lokasi tidak menemukan orang sakit yang membutuhkan bantuan.

“Ada juga yang sengaja iseng panggil dan setelah di lokasi ternyata tidak ada, hal ini kita terima saja sebagai bagian dari konsekwensi setiap pelayanan,” tandas Marlyn.

Lita Logo dan Heldygar Winny dua orang perawat di Posko BKS Pasir Panjang mengatakan, ada Program tetap yang diterapkan di BKS mulai dari menerima informasi sampai membuat tindakan di rumah atau lokasi. Misalnya selama bertugas di posko BKS setiap pasien yang dijemput dari rumah lansgung di rujuk ke fasilitas kesehatan sesuai dengan tingkat kondisi yang dialami pasien.

“Kalau bisa ditangani di rumah, kita layani, tetapi kalau sudah dalam kondisi emergensi kita rujuk ke fasilitas kesehatan yang sesuai untuk segera dilakukan tindakan, jelas Lita yang dibenarkan rekanya Winny. Lebih jauh Winny mengatakan, selama ini ada sejumlah kesulitan yang dialami di posko BKS tetapi semuanya bisa teratasi karena kerjasama yang baik dari semua personil yang bertugas.

Misalnya saat mobil BKS lewat di lokasi padat kendaraan terkadang sulit karena banyak sopir angkutan umum yang belum paham benar tugas pokok Ambulance yang mestinya diberikan kesempatan mendahului.

Hal ini juga terkadang mobil BKS alami di lokasi padat kendaraan ketika akan melayani warga yang sakit. Disinggung soal kelengkapan fasilitas menurut Winny saat ini masih bisa teratasi kecuali dua unit kendaran yang ada fasilitas belum cukup sehingga belum bisa dilakukan tindakan medis selama dalam perjalanan.

Tetapi dengan personil yang ada yakni enam dokter, 24 bidan dan 8 sopir, sudah cukup membantu keluhan kesehatan warga.

Sementara itu banyak warga Kota Kupang berkomentar kalau saja program Brigade Kupang Sehat sejak Walikota terdahulu digalakan tentu saja banyak warga kota ini terbantu.

Ferdinan Lelboy (38) warga RT 09/ RW 04 Kelurahan Bello misalnya kepada Tabloid Balaikota menceritakan pengalamannya saat dilayani mobil BKS. Suatu saat istri dari Ferdinan sakit karena hamil muda, jarak rumah dengan rumah sakit Carolus Bello terbilang dekat namun sayang sebagai pekerja swasta tidak cukup uang untuk mengobati sang istri yang sakit.

Satu-satunya pilihan yang cepat dan gratis yakni pelayanan BKS milik Pemda Kota Kupang. Ia pun memutuskan untuk meminta Ketua RWnya untuk meminta bantuan pelayanan BKS hanya selang beberapa menit mibil dengan bidan serta dokter tiba di rumah dan memberikan pelayanan.

“Suatu saat sekitar jam 03,00 dini hari istri saya sakit, saya sempat berpikir mau bawa ke rumah sakit Carolus tetapi tidak punya uang sehingga saya bangunkan baoak RW minta bantuan mobil BKS sehingga hanya dalam tempat beberapa menit istri saya bisa dilayani,” kisah Lelboy penuh haru.

Bagi anda warga Kota Kupang yang belum mengetahui dengan program inovasi kesehatan yang satu ini, program Brigade Kupang Sehat (BKS) sebenarnya merupakan program layanan kesehatan gratis yang siaga 24 jam.

Ada enam tim yang disiapkan di tiap-tiap kecamatan. Satu tim terdiri atas seorang dokter dan empat perawat. Berbekal satu mobil ambulans yang dilengkapi peralatan medis, mereka siap memenuhi panggilan warga Kupang. Siapa saja boleh.

Kaya atau miskin, pejabat atau tukang batu semua bisa memanfaatkan pelayanan BKS dimaksud. Program yang dirilis sejak tahun lalu itu dipicu kesulitan transportasi saat malam hari.

’’Kalau tengah malam, warga yang tidak punya mobil harus pakai taksi. Mahal. Sekali berangkat bisa Rp 250 ribu,’’ kata Walikota Kupang Jonas Salean saat menghadiri pembagian dana LPM, RT/RW tingkat Kecamatan Oebobo 28 Juli lalu.

Hingga kini, program BKS mendapat apresiasi positif dari warga. Total 600 lebih orang sudah merasakan manfaat layanan tersebut. Yang paling aktif adalah BKS di Kecamatan Pasir Panjang dan Maulafa. Karena terkenal dengan dokternya yang cantik-cantik, kadang ada warga yang sebetulnya tidak sakit parah memanggil BKS ke rumah.

’’Cuma ingin membuktikan kecantikan dokternya. Tidak apa-apa,’’ kata Jonas.

Bagi masyarakat yang ingin menghubungi BKS bisa menelpon nomor call center 0380-827777, layanan 24 jam.(goris takene)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *