Oleh : FRANSISKA PENI TUKAN/NIP : 196410151986062003
ABSTRAK
Berbagai upaya yag ditempuh oleh guru dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, namun beum membawa hasil secara optimal. Oleh karena itu sangat berasalasan jika didahulukan dengan upaya-upaya positif alam mengatasi masalah tersebut. Salah satu upaya yang akan diuji coba untuk dilakukan adalah media cermin yang bisa membantu anak dalam mengucapkan huruf vocal. Karena dengan media cermin anak dapat melihat dan meniru gerakan bibir guru dalam mengucapkan huruf vocal dan dengan kesalahan yang diucapkan oleh anak dapat diperbaiki oleh guru.
Pelajaran bina bicara perlu diberikan kepada anak tuna rungu dan dibina secara terus menrus untuk membina proses bicara anak tuna rungu. Anak tuna rungu sukar untuk berbicara secara lisan karena ketuna runguannya, sehingga anak tuna rungu secara umum mempunyai masalah miskin bahasa. Anam C. (1986:63) mengemukakan bahwa ketunarunguan mengakibatkan miskin bahasa.
Khusus bagi anak tuna rungu, bahasa lisan dapat diajarkan untuk mengatasi masalah interaksi anak dengan orang lain. Dengan demikian bahasa lisan data menjadi alat komunikasi alternative bagi mereka. Perlu kita sadari pula bahwa mengajarkan tuna rungu berkomunikasi secara lisan memang sangat sukar dilakukan baik oleh guru maupun oleh anak sendiri. Hal ini menjadi alasan mengapa latihan bicara merupakan kegiatan yang mutlak dilakukan secara rutin sejak dini sehingga dalam kegiatan tersebut dapat dilakukan upaya-upaya memperkembangkan bahasa murid yang di dalamnya terdapat latihan artikulasi untuk memperbaiki kesalahan pengcapan fonem khususnya vokal. Latihan artikulasi merupakan bagian bina bicara yang memungkinkan murid dapat biara dengan baik.
KEYWORDS : SISWA SLB WERI, MEDIA BELAJAR CERMIN, PENGUCAPAN VOKAL
