LEMBATA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A., menegaskan tiga fokus pembenahan lembaga yakni pemberantasan korupsi, penguatan kapasitas Kepala SPPG, dan perbaikan komunikasi publik terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebijakan zero tolerance terhadap korupsi diberlakukan tanpa kompromi, baik di tingkat pusat maupun SPPG. Pelaku tidak hanya diberhentikan, tetapi juga diproses sesuai hukum yang berlaku. Pengawasan diperkuat melalui mekanisme internal dan eksternal, dengan ruang pelaporan terbuka bagi masyarakat maupun internal BGN.
Di sisi tata kelola, seluruh Kepala SPPG diwajibkan mengimplementasikan Sistem Informasi Pengelolaan Gizi Nasional (SIPGN). Dari sekitar 27.000 SPPG, baru sekitar 5.700 yang mengadopsi sistem ini, dan hanya sekitar 900 yang telah mengisi data secara lengkap. Batas waktu pengisian ditetapkan Kamis pekan depan, sebagaimana akan diatur melalui Surat Edaran.
BGN juga akan membangun sistem keterbukaan informasi publik—mencakup menu, lokasi distribusi, dan sekolah penerima manfaat—guna memperkuat kepercayaan masyarakat dan menangkal hoaks seputar Program MBG.
Kedua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan ini, menegaskan bahwa BGN adalah lembaga pelayanan publik yang harus bekerja dengan integritas dan profesionalisme.
Dukungan juga datang dari Lembata – NTT
Dari Kabupaten satu pulau yang berada di tenggara Negeri, Kabupaten Lembata Provinsi NTT, kami ucapkan Proficiat semoga sukses memimpin BGN buat mas Dar sapaan akrab Kepala Badan Gizi Nasional yang baru Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A., ucap Stephen Wundiawan salah satu fungsionaris Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Lembata.
Lanjut Stephen, semoga di tangan mas Dar, Badan Gizi Nasional semakin baik, managemennya semakin tertata bagus, pelayanan untuk anak-anak bangsa semakin maksimal, ungkap Wundiawan.
Menurut Ketua Bintang Olimpic Indonesia ini, Mas Dar adalah sosok yang dapat dipercaya membawa Badan Gizi Nasional berjalan lebih baik, Mas Dar adalah sosok anak muda yang punya leadership yang bagus, latar belakang pendidikan yang baik, kita optimis dengan kemampuan yang ia miliki, Badan Gizi Nasional akan lebih baik dari hari-hari kemarin.
“Kami di daerah yang terpencil seperti kabupaten Lembata sangat berharap, dengan kepemimpinan Mas Dar, daerah terpencil seperti Kabupaten Lembata, bisa lebih banyak dapur, sehingga semua anak-anak generasi emas Indonesia dapat menikmati program bagus yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto”, ungkapnya.
Stephen merasa bersyukur di wilayah yang jauh dari hiruk pikuk kota besar, dengan adanya dapur MBG, hasil pertanian para petani dibeli langsung di kebun, baik sayur maupun buah-buahan kita kadang kala langsung bertransaksi di kebun milik para petani.
Demikian pun ayam dari para peternak juga ikan dari para nelayan, kita langsung ke tempat para peternak dan nelayan. Ekonomi arus bawah berputar lebih baik dengan adanya dapur MBG, ungkap Stephen.
Semakin banyak Dapur yang beroperasi, semakin banyak tenaga kerja yang terserap, semakin banyak pula kebutuhan bahan baku di dapur, hasil para nelayan, peternak dan petani lebih mudah mendapatkan pasar yang terjangkau dan harga yang baik pula.
Mudah mudahan Badan Gizi Nasional ditangan mas Dar dapat menjawab semua yang diharapkan Masyarakat terutama anak-anak kita yang menjadi penerima manfaat program bagus ini, tutup Bendahara Tani Merdeka Kabupaten Lembata.+++
kenz.w.lopot
