Bupati Lembata Lantik Yohakim Dasion sebagai Kepala Desa PAW Lamalera A

Jadikan desa ini sebagai rumah bersama. Kalau komunikasi dibangun dengan baik, maka berbagai persoalan dapat diselesaikan dan pembangunan bisa berjalan...

LEWOLEBA – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., secara resmi mengambil sumpah dan melantik Yohakim Dasion sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Lamalera A, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, untuk melanjutkan masa jabatan periode 2021–2029.

Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan berlangsung di Desa Lamalera A, Kecamatan Wulandoni, Selasa (8/9/2026). Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Lembata Nomor 603 Tahun 2026 tanggal 28 Agustus 2026 tentang Pengangkatan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu Desa Lamalera A.

Dalam naskah pelantikan, Bupati Lembata secara resmi melantik Yohakim Dasion sebagai Kepala Desa PAW Lamalera A untuk menggantikan Yakobus Gelau yang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desa Lamalera A.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Wulandoni turut melantik Ketua Tim Penggerak PKK Desa Lamalera A serta Ketua Tim Pembina Posyandu Desa Lamalera A.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lembata periode 2006–2011 Andreas Nula Liliweri, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, Plt. Camat Wulandoni bersama Ibu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wulandoni, Kepala Desa Lamalera A bersama Ibu, Penjabat Kepala Desa Lamalera A periode sebelumnya, para kepala desa se-Kecamatan Wulandoni, Ketua BPD, tokoh masyarakat, serta Pastor Paroki Lamalera.

Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pejabat atau penjabat kepala desa sebelumnya atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas hingga proses estafet kepemimpinan di Desa Lamalera A dapat dilanjutkan.

Kepada Yohakim Dasion, Bupati menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan yang diberikan sekaligus mengingatkan bahwa amanah sebagai kepala desa merupakan tugas yang berat, terlebih di tengah kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi berbagai keterbatasan.

“Selamat mengabdi dan melayani masyarakat. Tugas ini tidak ringan, apalagi dalam kondisi fiskal daerah yang sulit. Karena itu, dibutuhkan kerja sama, keterbukaan, dan komitmen bersama,” ujar Bupati.

Bupati menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh kepala desa seorang diri. Seluruh unsur di desa harus duduk bersama, membangun komunikasi secara terbuka, dan mencari solusi terhadap setiap persoalan yang dihadapi.

Bupati Kanisius juga mengingatkan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Desa Lamalera A agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang berkembang di media sosial, terutama isu-isu yang berasal dari luar daerah.

Ia meminta agar setiap persoalan, kritik, maupun perbedaan pendapat yang muncul di tingkat desa dapat disampaikan dan diselesaikan melalui komunikasi secara langsung.

“Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama dan menyelesaikannya secara internal. Jangan sampai persoalan di desa justru dibawa ke media sosial. Yang dibutuhkan adalah komunikasi dan koordinasi agar persoalan dapat diselesaikan dengan baik,” tegasnya.

Bupati berharap kepala desa bersama BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dapat menjaga hubungan kerja yang harmonis sehingga tidak terjadi konflik internal yang dapat menghambat proses pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati juga menyoroti besarnya potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Lembata, khususnya kawasan Lamalera.

Menurutnya, Lamalera memiliki kekayaan budaya, tradisi, alam, dan kehidupan masyarakat yang menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pariwisata.

Lembata, kata Bupati, memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Timur dan bahkan menjadi salah satu tujuan utama wisatawan setelah Labuan Bajo.

Karena itu, pengembangan pariwisata perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, penataan kawasan, serta keterlibatan masyarakat lokal.

Bupati menyebut kawasan Tanjung Baja dan sejumlah kawasan potensial lainnya di Lembata diproyeksikan dapat dikembangkan sebagai destinasi pariwisata baru, termasuk pengembangan kawasan resort yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kepada Kepala Desa PAW yang baru, Bupati Kanisius Tuaq memberikan sejumlah penekanan terkait prioritas kerja yang perlu segera dilakukan.

Salah satu kebutuhan mendasar yang harus menjadi perhatian utama adalah penyelesaian persoalan air bersih bagi masyarakat Desa Lamalera A.

Bupati meminta agar persoalan tersebut segera dikoordinasikan dan dicarikan solusi, termasuk melalui perbaikan pompa maupun sumur yang menjadi sumber air bagi masyarakat.

Selain air bersih, penataan birokrasi pemerintahan desa juga menjadi perhatian. Kepala Desa Yohakim Dasion diminta segera melakukan penataan terhadap struktur pemerintahan desa, terutama pada posisi perangkat desa yang masih kosong, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Bupati berharap kepemimpinan baru di Desa Lamalera A dapat membawa semangat baru dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat pembangunan desa, serta mengembangkan potensi ekonomi dan pariwisata yang dimiliki desa.

“Jadikan desa ini sebagai rumah bersama. Kepala desa, BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama harus selalu duduk bersama. Kalau komunikasi dibangun dengan baik, maka berbagai persoalan dapat diselesaikan dan pembangunan bisa berjalan bersama,” pungkas Bupati.


ProkompimPemKabLembata


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *