Asten Minta Dinas PK Lembata Serius Perhatikan Sekolah Swasta

 


SULUH NUSA, LEMBATA – MERASA ada diskriminasi perhatian Pemerintah Kabupaten Lembata, melalui Dinas Pendidikan terhadap sekolah sekolah swasta di Kabupaten Lembata, Ketua Komite SMP Katolik Don Bosco Lewoleba sindir Dinas Pendidikan.

Sindiran Asten Kares ini disampaikan dalam kegiatan pembagian bikin rapor pendidikan sj sekolah tersebut dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Anselmus Bahi, 15 Juni 2022 di aula SMP K Don Bosco.

Ansel menjelaskan sejarah perkembangan pendidikan di Lembata bermula dari sekolah sekolah swasta hanya saja sejauh ini minim perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lembata.

“Kehadiran pa kadis hari ini adalah awal yang baik. Karena sejauh ini dua kalo kali pemerintah hadir di kompleks persekolahaan Don Bosco, ” Ungkap Asten.

Menurut Asten, sejak Mantan Bupati Andreas Duli Manuk hadir untuk menandatangani prasasti sekolah belum ada pejabat Dinas Pendidikan yang hadir sejauh ini. Untuk itu, kehadiran Kepala Dinas PK Lembata, Anselmus Bahi tidak sekedar kehadiran fisik semata, tapi bisa membawa hal hal baik bagi sekolah tersebut dan sekolah selolah swasta lainnya di Lembata.

“Pa Kadis, kami di sini tidak ada iuran komite. Hanya ada partisipasi orangtua untuk membantu yayasan dan pembangunan sehingga kami berharap Dinas Pendidikan dapat memberikan bantuan pembangunan perpustakaan sebagai wujud perhatian pemerintah kabupaten, ” Ungkap Asten.

Lebih jauh, Asten menjelaskan saat ini di SMPK Don Bosco memiliki 5 guru ASN dari 19 tenaga pengajar. Gaji guru honor di sekolah tersebut, menurut Asten dibayar dengan skema subsidi silang oleh sekolah sekolah lain dibawah Yayasan yang sama di Maumere dan Ende.

Asten juga mengingatkan, pihaknya memutuskan untuk menahan ijasah dan nilai kelas IX karena masih ada utang yang belum dilunasi sebanyak Rp. 61 juta. Untuk itu kalau ada pengaduan dari orangtua terkait keputusan sekolah ini, saya sebagai Ketua Komite sudah memberikan klarifikasi terkait hal itu, ” Asten.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Anselmus Bahi, mengucapkan terimakasih kepada pihak yayasan yang mengelolah persekolahan Don Bosco karena mampu membiayai dirinya sendiri walau orangtua siswa belum melunasi kewajiban uang sekolah sebesar Rp. 61 juta.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Yayasan ini. Karena Yayasan ini kuat dan mampu membiayai Pendidikan walau orangtua siswa belum bayar 61 juta. Ini kalau Yayasan tidak kuat berarti sudah megap megap. Terimakasih untuk Yayasan ini, ” Ungkap Bahi.

Bahi juga mengungkapkan SMPK Don Bosco, masuk dalam daftar usulan untuk mendapat DAK tahun 2023.

“Usulan tersebut berhasil diloloskan oleh pemerintah Pusat melalui Bappenas atau tidak tergantung pada keaktifan sekolah tersebut mengupdate informasi sekolah tersebut di Dapodik, ” Tutur Bahi.

Bahi dalam sambutan penutupan mengungkapkan kehadirannya bertujuan untuk membangun komitmen bersama untuk membina  anak anak memiliki mental yang bagus.

“Membangun karakter anak dengan mental yang bagus menjadi tugas bersama. Mental anak yang memiliki karakter baik sudah tentu akan menjadi modal kehidupan. Nilai rapor dan ijasah menjadi baik jika mental anak juga memiliki karakter baik, ” ungkap Bahi.

Kegiatan pembagian amplop kelulusan ini kelas IX dan pembagian buku rapor Pendidikan ini diselenggarakan bersamaan dengan Launching Buku Karya siswa/i SMP K Don Bosco Lewoleba. ++++sandrowangak


https://youtu.be/LAh96cr5K84

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *