suluhnusa.com – Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, melantik empat orang penjabat Kepala desa dan 12 orang anggota BPD di Lamaau, 22 April 2020.
Pelantikan penjabat kepala desa dan anggota BPD ini mengikuti protap Covid 19, yakni mencuci tangan sebelum masuk ke lokasi, diukur suhu tubuh, menjaga jarak, dan mengenakan masker.
Sekitar 50 orang yang hadir diwajibkan mengikuti protokol kesehatan termasuk para penjabat kepala desa. Mereka mengenakan masker saat diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati Lembata.
Awalnya sebelum masuk ke lokasi pelantikan protokol Kesehatan yang diberlakukan tim satgas Covid-19, Kecamatan Ile Ape Timur, kabupaten Lembata, di pintu gerbang Puskesmas Lama’au.
Satu Per satu tamu dan undangan yang hendak mengikuti kegiatan pelantikan 4 Penjabat Kepala Desa itu di wajibkan mencuci tangan dan di tes suhu tubuhnya oleh petugas medis setempat menggunakan thermo gun.
Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur, bersama ibu Yuni Damayanti yang hendak melantik 4 penjabat Kepala Desapun tidak luput dari todongan protokol kesehatan.
Sebelum masuk ke lokasi pelantikan di Puskesmas Lamau, Bupati lembata, di todong untuk mencuci tangan dan di tes suhu tubuhnya. Orang nomor satu di Lembata itu, diketahui bersuhu 35,8.
Setelah mengetes suhu tubuh seluruh kepala OPD yang mengikuti kegiatan pelantikan empat penjabat kepala Desa itu, rombonganpun diizinkan tim medis untuk masuk.
Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur melantik penjabat Kepala Desa Todanara, Benediktus Boli, Penjabat Kepala Desa, Jontona Rufus Payong, Penjabat kepala Desa Lamatokan, Robertus Retung dan penjabat Kepala Desa Aulesa, Frans Saga Witak. Disamping Penjabat Kepala Desa, Bupati Sunur juga melantik Kepala BPBD dua Desa yakni Desa Jontona dan Desa Lamau.
Dalam sambutannya, Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur menjelaskan, di tengah pandemi covid-19, kegiatan pemerintah harus berjalan, tadinya berpikir untuk lantik secara virtual.
“Sebenarnya proses pelantikan hari ini, dilakukan secara virtual, hanya beberapa desa akses internetnya tidak terjangkau, sehingga proses pelantikan kali ini terpalsa dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan,” ujar Bupati Sunur.
Beruntung, dari hasil tes suhu tubuh yang dilakukan tim medis setempat, tidak ditemukan adanya peserta pelantikan bersuhu diatas 38 derajad.
Dalam arahannya, Bupati Lembata mengungkapkan momentum pelantikan empat Penjabat Kepala desa dan 12 orang Anggota BPD di Kecamatan Ile Ape Timur merupakan kegiatan pelantikan pertama kali ditengah merebaknya virus Corona.
“Kita melantik dengan menggunakan masker itu artinya para penjabat kepala desa jangan omong terlalu banyak tetapi bekerja lebih banyak. Jangan omong omong terlalu banyak. Dana desa sudah ada. Duduk dan rencanakan dengan toko masyarakat, BPD bicarkan kegiatan secepatnya. Bila perlu satu jam duduk omong rencanakan dan kerja. Uang sudah ada. BPD dan Kepala Desa jangan terlalu banyak berkelahi” ungkap Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur.
Lebih jauh Bupati Lembata menegaskan, penjabat kepala desa yang baru dilantik jangan berpolitik untuk menjatuhkan kepala desa yang lama.
“ASN yang dilantik menjadi penjabat sering berpolitik dan menyikat kepala desa yang lama. Penjabat Kepala desa yang dilantik bukan Jokowi yang bisa melantik kabinet sesuka hati. Pakai aparat desa yang ada, berkoordinasi dengan mantan kepala desa untuk membangun desa masing masing,” ungkapnya.
Terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa, Sunur memberi arahan 30 persen dana desa bisa digunakan untuk bantuan langsung tunai bagi kepala keluarga yang tidak mendapat bantuan PKH dan bantuan sembako dari pemerintah.

Penjabat Kepala Desa yang dilantik adalah Benediktus Boli sebagaui Desa Todanara, Rufus Payong sebagai Penjabat Kepala Desa Jontona, Robertus Retung sebagai Penjabat Kepala Desa Lamatokan , Frans Saga sebagai Penjabat Kepala Desa Aulesa.
Tiga Penjabat Kepala yakni Todanara, Aulesa dan Lamatokan dilantik menggatikan kepala desa definitif masing masing karena masa tugas berakhir. Sementara Jontona mengantikan penjabat desa sebelumnya Damianus Dudeng. Sementara itu BPD yang dilantik sebanyak 12 yakni Desa Jontona 7 orang dan Desa Lamaau 5 orang.***
sandro wangak
