PENULIS : YAN MORUK/KOMINFO LEMBATA
“Para kepala desa yang juga hadir sebagai Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), agar dapat mengalokasikan anggaran kepada komunitas-komunitas sosial yang bekerja demi keselamatan banyak orang yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lembata,” Thomas Ola Langoday, Wakil Bupati Lembata.

suluhnusa.com –Wakil Bupati Kabupaten Lembata Dr. Thomas Ola, SE,M.Si, melantik pengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana (F-PRB) Kab. Lembata, periode 2019-2022. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kantor Camat Nubatukan, Pada Jumad, (12/7/19). Dalam kegiatan ini Wabub Lembata di dampingi oleh beberapa pimpinan OPD, Para Sekcam dan Anggota (F-PRB).
Kepengurusan yang baru saja dilantik oleh Wabub Lembata Thomas. Ketua (F-PRB) Yohanes Gregorius Solang Demo, yang sebelumnya beliau juga mengemban jabatan yang sama, sedangkan untuk Sekretaris Adrian Paskalis Nanda Pito Keraf, yang sebelumnya dijabat oleh Benediktus Kia Asan dan Bendahara Yuliana Ati, yang sebelumnya dijabat oleh Kornelis Penate.
Dalam sambutan Wakil Bupati Lembata mengatakan 3 point penting yang harus ditanamkan dalam diri setiap anggota (F-PRB) yakni, kerjasama, kerja cerdas/tanggung jawab dan kerja jujur. Pertama kerjasama, dengan momentum ini, perlu saya tegaskan bahwa di kabupaten yang kita cintai ini sedang dilanda bencana.
Bencana yang selama ini disepelekan tapi memiliki dampak yang besar bagi anak cucu kita nantinya. Yang menjadi bencana di kabupaten ini adalah sampah, begitu indah pemandangan di pesisir pantai yang dihiasi oleh sampah, tuturnya.
Ini merupakan tugas kita bersama dalam mengurangi resiko dari sampah. Hal ini harus didasarkan pada semangat kerjasama, sehingga besar,kecil, berat, ringan sebua pekerjaan dapat diselesaikan bersama-sama/taan tou. Beliau juga berharap agar jangan hidupkan suasana yang mengarah pada perpecahan, tandasnya.
Yang kedua harus mampu bekerja dengan kecerdasan, ini mengarah pada pengetahuan yang dimiliki. Untuk itu pelatihan dan bimbingan perlu diterapkan agar setiap anggota forum ini memiliki pemahaman tentang cara dan teknik penanggulangan bencana dengan sigap, tandasnya.
Lanjutnya, ketiga kalian harus mampu bekerja dengan kejujuran, karena dengan kejujuran semua pekerjaan yang kita lakukan akan berjalan sukses. Untuk zaman kini mencari orang jujur sangat sulit, banyak yang mau bekerja dengan mengharapkan sesuatu imbalan.
Masyarakat patut memberikan apresiasi kepada forum ini, karena dengan ketulusan hati mau membatu pemerintah dalam pengurangan resiko bencana. Melalui forum ini saya sangat berharap, agar semua orang yang tergabung didalamnya dapat menjadi contoh dan ujung tombak bagi komunitas-komunitas yang lainnya.
Atas nama pemerintah daerah mengucapkan proficiat atas terpilihnya ketua dan para pengurus forum yang baru, agar bisa menjadi panutan bagi para anggotanya. Karena tidak semua mau bergabung dengan komunitas-komunitas sosial seperti ini, ucapnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya beliau meminta kepada para OPD yang hadir agar bisa mencontohi forum ini, tanpa di dasari anggaran mereka mampu menunjukan semangat kepedulian yang begitu besar kepada masyarakat kabupaten ini.
Beliau berpesan kepada para kepala desa yang juga hadir sebagai Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), agar dapat mengalokasikan anggaran kepada komunitas-komunitas sosial yang bekerja demi keselamatan banyak orang yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lembata sendiri.***


