suluhnusa.com -Maksimus Masan Kian, Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pelangi Agupena, lolos seleksi sebagai peserta Residensi Penggiat Literasi Tahun 2019. Ketua Agupena Flores Timur ini, menjadi satu-satunya peserta yang lolos dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Maksi, seleksi mengikuti kegiatan kegiatan residensi dilakukan sejak bulan Mei 2019. “Seleksi menjadi peserta Residensi Penggiat Literasi Tahun 2019, dilakukan sejak Bulan Mei. Peserta diminta menulis praktek baik di TBM, dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan dan profil pendiri atau pengelola. Kami sendiri mengirim tulisan dengan judul ” Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Sebagai Fondasi Pengembangan Literasi”. Kami menguaraikan latar belakang pendirian TBM Pelangi, menggambarkan ragam kegiatan yang dilakukan serta manfaat bagi anak -anak,”kata Maksi.
“Saya tidak menyangka tulisan esai yang kami kirim, dan aktivitas sederhana di TBM. Pelangi Agupena yang kami dokumentasikan, bisa lolos seleksi. Hanya 40 orang yanh dipilih seluruh Indonesia, dari ribuan peserta yang mendaftar. Ini membanggakan dan memberi indikasi, iklim gerakan literasi di ujung timur pulau Flores ini sedang menggeliat,”kata Maksi Masan.
Menurut guru SMPN 1 Lewolema ini, kegiatan residensi penggiat literasi dibagi dalam dua kelompok dengan pembagian peserta dan lokasi yang berbeda. “Saya mendapat lokasi kegiatan residensi di TBM. Ibu Pertiwi, tepatnya di Desa Nain, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara. Kegiatan akan berlangsung pada Hari Rabu-Sabtu, 10-13 Juli 2019. Residensi Penggiat Literasi 2019, diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,”tutur Maksi.
“Saya bangga, bahwa selain baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini, lokasi kegiatanpun baru bagi kami. Kesempatan dan ruang belajar ini akan menjadi pengalaman berharga dalam upaya bersama mengembangkan gerakan literasi di daerah. Semua kita memiliki peluang dan kesempatan yang sama, tinggal bagaimana memanfaatkannya. Sebab kegiatan kami, dan TBM yang kami kelolah sesungguhnya sangat sederhana, dan masih jauh dari kesempurnaan, tetapi syukur kepada Tuhan, bahwa apa yang kami lakukan bisa mendapat apresiasi di mata pemggiat literasi nasional,”kata Maksi Masan.
Lokasi Residensi di Kabupaten Minahasa Utara akan diikuti oleh 20 peserta diantaranya; Haerudin dari Kabupaten Takalar, Randi Homzi Romandhon (Kota Maluku), Maksimus Masan Kian (Flores Timur), Saida Husna Wokas (Fakfak), Safei (Manokwari), SKB Limboto, SKB Tolanggohula, SKB Tomohon, SKB Mavali, SKB Bau-bau,PKBM Tiara, PKBM Amalia, PKBM Fokopo, TBM Edukasi, TBM Jipang, Atif Natadisastra (Serang), Yona Primadesi (Kota Yogyakarta), Fatih Ardiansyah (Serang), Heni Wardaturrahmah (Yogyakarta), Ariful Amir (Jakarta Pusat).***



