Mengenal Ketua Umum Pengurus Besar PGRI

(Konferensi Kerja Nasional III PGRI 21-23 Maret 2022 di Yogyakarta).

Guru se -Nusantara sangat beruntung memiliki sosok Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Sepak terjangnya luar biasa memperjuangkan nasib seluruh guru Indonesia agar sejahtera dan bermartabat. Srikandi yang hebat. Kehadirannya sangat dirasakan sebagai sahabat juga ibu, disaat guru dalam keresahan dan kesedihan.

Seorang perempuan menjadi pucuk pimpinan di Organisasi Profesi terbesar di Indonesia ini sungguh tidak mudah. Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd telah mencatatkan namanya pada lembaran sejarah sebagai pemimpin (Ketua Umum PB PGRI) perempuan pertama . Ia yang selalu tampil percaya diri dan merangkul seluruh guru tanpa kecuali. Memimpin sebuah organisasi dengan jumlah anggota di atas 2 juta orang tentu membutuhkan kompetensi dan kemampuan yang tidak biasa. Bunda Ketum sungguh hebat, nahkoda yang handal. Ia tahu kapan harus berlayar, bagaimana menghadapi gelombang dan di mana akan melabuhkan bahtera PGRI.

Terhitung sudah dua kali kami bertemu langsung. Pertama di tahun 2017 saat Konferensi Kerja Nasional dan kedua di tahun 2022 pada Forum Konferensi Kerja Nasional III PGRI. Ia tanpa lelah. 24 jam selalu siap demi perjuangan nasib Guru. Apa yang dikejar…? Dedikasinya hanya untuk tetap tegaknya marwa seorang guru. Bahwa profesi seorang guru tidak boleh dipermainkan oleh siapapun yang memiliki kuasa. Sebab, profesi guru itu antik. Ia tidak sama dengan profesi lainnya, guru menjadi tokoh yang menjamin baik atau buruknya generasi bangsa ini ke depan. Melalui dunia pendidikanlah, seorang Anak Bangsa akan dibetuk dan digembleng menjadi manusia. Bermain-main dengan guru, secara tidak langsung, sedang mengkaburkan masa depan bangsa ini ke depannya!.

PGRI di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd terus menerus menyuarakan isu – isu guru honorer, tunjangan sertifikasi guru, pemerataan guru, ujian nasional, CPNS, PPPK, RUU Cipta Kerja, Pembelajaran di Tengah Pandemi, Penguatan LPTK, dan lain-lain. Dimanapun ia tampil sosoknya selalu memggema. Suaranya selalu bergaung. Nyaring suaranya itu, tidak untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan untuk kepentingan seluruh guru se Nusantara. Prof Unifah bersama PGRI, dalam menyampaikan aspirasi selalu mengedepankan dialog dan cara cara yang santun. Ini sebagai salah satu bukti sosok Ketua Umum PGRI adalah sosok yang memiliki kemampuan diplomasi organisasi yang baik, faham strategi yang tepat untuk meraih kepercayaan bahwa PGRI sebagai mitra pemerintah yang strategis, kritis dan konstruktif dalam memperjuangkan nasib anggotanya.

Prof Unifah lahir di Cirebon 5 April 1962. Ia adalah Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang terpilih dan ditetapkan pada Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) ke-IV di Medan tahun 2017, menggantikan almarhum Dr. Sulistiyo, M.Pd., Ketua Umum PB.PGRI periode 2013-2018, yang wafat 14 Maret 2016, karena kecelakaan terapi hiperbarik di RSAL Mintohardjo, Jakarta. Sebelum dipilih dan ditetapkan sebagai Ketua Umum PB.PGRI. Unifah merupakan salah satu Ketua PB PGRI di masa kepemimpinan almarhum Dr. Sulistiyo, M.Pd. Unifah terpilih kembali menjadi Ketua Umum PB PGRI di Kongres PGRI ke-XXII untuk kepengurusan masa bakti XXII periode 2019-2024.

Sosok hebat ini, menyelesaikan Doktor di bidang Administrasi Publik FISIP UI, tahun 2007. Tahun 2019, Ia diangkat menjadi Guru Besar di Jurusan Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta. Selain menjadi Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah terpilih menjadi Committee Member Education International Asia Pasific selama dua kali, hingga saat ini.

Prof Unifah telah dan terus menjadi bara api yang selalu membakar semangat kader-kader PGRI se Nusantara. Terus solid, bergerak dengan kerja-kerja terukur.

#PGRI

#Konkernas

#PGRIFlotim

#Yogyakarta

#Solidbergerakdanterukur

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *