suluhnusa.com-Dan karena Jontona masuk dalam pilot Project Resillient Island akan mendapat kunjungan dari Kementerian Luar Negeri Jerman yang mendanai program ini.
Desa Jontona di Kecamatan Ile Ape Timur termasuk dalam desa yang menjadi pilo project program ketangguhan pulau atau kerap dikenal dengan istilah Resilient Island.
Selain Jontona ada sejumlah desa lain yang tersebar di lima kecamatan lain, sebut saja, Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur Lebatukan, Omesuri dan Buyasuri disentuh dan didamping Plan International Indonesia Program Area Lembata, yang dijadikan pilot project program tersebut.
Dan Warga Jontona atau kerap disebut Orang Baopukang, sudah sudah melakukan inisiatif penanaman mangrove di sepanjang pantai desa tersebut, didampingi Plan International Indonesia Program Area Lembata.
Hal ini diungkapkan Program Area Manager Plan Internastional Indonesia Program Area Lembata, Muhammad Thamrin, melalui Tari Pujiwati, Communication Specialist kepada suluhnusa.com, ketika dihubungi melalui telepon, 3 Nopember 2016 pagi.
Tari menjelaskan, Pulau Lembata merupakan salah satu pulau di kepulauan Flores yang syarat ancaman bencana. Betapa tidak, kisah tragis bencana Waiteba, kekeringan dan gagal panen, rusaknya tatanan hidrologi air, tata kelola pembangunan yang tidak mengintegrasikan perspektif dissassters risk reduction atau pengurangan resiko bencana, merupakan deretan ancaman bencana yang mesti ditangani serius dengan membangun Pulau Yang Tangguh Menghadapi Bencana Melalui Program Ketangguhan Pulau (Resilient Island).
Karena itu, Plan International Indonesia Program Area Lembata bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Jerman menginisiasi program ketangguhan pulau yang akan diimplmentasikan di Kabupaten Lembata dan Nagekeo.
Projek ini, demikian Tari, mencakup sembilan (9) kecamatan dan 141 desa dan 7 kelurahan, dengan jumlah penduduk 129.482 terdiri dari 60.679 jiwa laki-laki dan 68.803 jiwa perempuan.
Sementara itu, Beni Assan, Advocacy Officer Project Child Center Climate Change (4CA) menjelaskan kepada media ini, saat ditemui di PantaI Jontona usai menanam Mangrove menjelaskan program Ketangguhan Pulau (Resilient Island) berfokus pada upaya mengurangi risiko bencana dan iklim di wilayah pesisir di Pulau Flores. Proyek ini menyasar masyarakat, sekolah-sekolah, dan terutama proyek ini menjadikan anak sebagai sasaran subyek program. Proyek yang berdurasi 18 bulan (Mei 2016-Oktober 2017) ini akan diselenggarakan di Kabupaten Lembata dan Nagekeo.
Di lemnbata, project ini akan mendampingi 5 kecamatan (Ile Ape, Ile Ape Timur Lebatukan, Omesuri dan Buyasuri), di 10 desa sebagai desa pilot yaitu Jontona, Lamawolo, Lamagute, Napasabok, Amakaka, Hadakewa, Wailolong, Mampir, Lewohung, dan Bareng,” kata Ben Asan.
Selain itu, demikian Asan, pihak Plan Indonesia, YBS dan CIS Timor juga akan menjadikan 10 Sekolah di 5 Kecamatan tersebut sebagai sekolah pilot.
Sekolah tersebut adalah MIS Lewohung, SDI Tokojaeng, SDI Mulewaq, SDK Baopukang, SDI Bareng, SMP Swasta Ile Lewotolok, SDI Wailolong, SMP Swasta Sinar Swasembada, SDK Atawatung, dan SDK Mawa.
Dalam pelaksanaan program ini, Plan International Indonesia menggandeng LSM lokal di Lembata yakni Yayasan Bina Sejahtera (YBS). Tujuan umum proyek ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan sekolah, masyarakat, dan pihak pemangku kepentingan dengan memadukan prinsip-prinsip dan nilai-nilai penting seperti perlindungan anak, gender, dan inklusi disabilitas.
“Kami berharap, kami dapat membangun Komitment bersama Pemerintah baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa untuk menyukseskan program ketangguhan pulau (Resilient Island) di Lembata ini, “ tutur Melyaki Habel, Project Officer Resilient Island.
Dan karena Jontona masuk dalam pilot Project Resillient Island ini akan mendapat kunjungan dari Kementerian Luar Negeri Jerman yang mendanai program ini.
Tari Pujiwati, kembali menjelaskan kunjungan ini merupakan bagian dari pemantauan dan evaluasi atas keberhasilan program ini, sebab Kementerian Luar Negeri sebagai pendonor dana dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan ini.
Dan pejabat dari Kementrian Luar Negeri Jerman ini akan melakukan kunjung ke Jontona, 4 Nopember 2016 dan ke Wailolong keesokan harinya. (sandrowangak)
