suluhnusa.com_Adonara Tengah adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Kecamatan ini merupakan satu dari 19 Kecamatan di Kabupaten Flores Timur, Ibukotanya di Lewobele. Luas wilayah 57,99 km² dan jumlah penduduk 11.267 jiwa (2008).
Kecamatan ini lahir kurang lebih tujuh tahun silam, tepatnya pada Tahun 2008 dari pemekaran Kecamatan induk Adonara Barat.
Dengan topografi diatas perbukitan dan cuaca yang sangat bersahabat bagi kehidupan serta berada ditengah-tengah Pulau Adonara, Kecamatan Adonara Tengah menjadi sebuah kecamatan yang memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang bisa diandalkan, yang menghasilkan berbagai macam tanaman perkebunan dengan kualitas yang cukup tinggi
Misalnya, Kelapa, Kopi, Kemiri, Mente, Fanili bahkan Coklat. Kelapa merupakan tanaman andalan bagi warga Adonara Tengah, dan produktivitas kelapa yang sampai saat ini masih sekitar 1,2 ton kopra per hektar per tahun.
Luas Wilayah Kecamatan Adonara Tengah 70 persennya merupakan lahan perkebunan. Semua hasil komoditi ini kemudian diolah secara tradisional dan dijual pada para tengkulak (penimbang) yang lebih banyak bekerjasama dengan pengusaha antar Pulau antar Provinsi diluar Provinsi NTT. Makassar dan Surabaya.
Ini artinya, retribusi yang dipungut dari hasil pengiriman komoditi ini menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi Kabupaten Flores Timur.
Penuturan seorang pedagang, ia bisa mengumpulkan kelapa olahan (kopra) setiap satu mingggu sebanyak 10 ton, sebuah jumlah yang fantastis yang kemudian dikirim melalui kapal laut menuju Surabaya.
Berdasarkan hasil identifikasi dan evaluasi kelapa yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Palama Kementrian Pertanian republik Indonesia sejak tahun 2009 sampai 2011 di tiga desa di Wilayah Adonara Kabupaten Flores Timur.
Hal ini jelas merupakan aset yang sangat besar bagi pendapatan Kabupaten ini. Cukup besar pendapatan yang didapat dari kecamatan ini untuk Kabupaten akan tetapi sampai dengan detik ini Adonara Tengah boleh dikatakan masih luput dari perhatian.
Adonara Tengah dengan kesuburan alamnya menjadi salah satu paruparu bagi Pulau Adonara pada umumnya.
Tiga kebutuhan dasar masyrakat yang menjadi harapan bagi masyarakat Adonara Tengah adalah Listrik, Sumber Air Minum Dan Akses Jalan Raya, jalan raya merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi kami masyarakat Adonara Tengah, karena menggeliatnya perekonomian masyarakat sanagt tergantung pada infrastruktur terutama jalan .
Begitu miris ketika kita menyaksikan ruas jalan dari Waikewak (Adonara Barat) menuju Wewit (Adonara Tengah), padahal ruas jalan ini merupakan ruas jalan utama pergerakan perekonomian masyarakat terutama para pedangang dari Waiwerang ke Waiwadan begitupun sebaliknya.
Inilah ruas jalan yang selalu menjadi bahan dan materi kampanye bagi para penjaja suara rakyat yang kemudian melupakan rakyat. Ketika musim PILKADA tiba para calon hadir membual penuh janji-janji palsu, dikala musim PILEG tiba sang pecundang datang memberi ikrar yang akhirnya hanya menjadi hayalan dibatas bayangan.
Hampir setiap tahunnya sejak tahun 2011 ruas jalan antara Waikewak Desa Duanur dan Desa Wewit selalu saja diukur, bahkan pada tanggal 19 Agustus 2015 terlihat ada beberapa petugas yang sedang mengukur ruas jalan ini.
Namun lagilagi, hanya sebatas mengukur. Seperti mengukur hayalan diatas bayangan.
Masyarakat Adonara Tengah pun hanya bisa berhayal sembari menampik sedikit harapan seperti Visi Flores Timur, Pemantapan Pembangunan Berparadigma Budaya” Terwujudnya manusia dan masyarakat Flores Timur yang semakin sejahtera, dan bermartabat dan Misi ketiga Pemerintah Kabupaten Flores Timur yakni; meningkatkan pengembangan infrastuktur strategis penunjang aktifitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta pelaksanaan pembangunan yang berbasis tata ruang
Dan demi kehendak Sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial Seluruh Rakyat Indonesia, bisa dirasakan oleh masyarakat di Adonara Tengah agar tak lagi menjadi hayalan di atas bayangan.
Asy’ari Hidayah Hanafi
Guru SMP N 1 Adonara Tengah
