Tidak Baik Mencari Aib Saudara

suluhnusa.com_ Pesan Idulfitri dari Pulau Lombok, tidak baik mencari kesalahan saudara. Akan lebih baik bila kita saling menyayangi sepanjang hidup.

Sebelum pkl 07.00 lantunan takbiran seluruh jamaah Masjid Jami’ Alamuttaqwa Mamben Lauk, kecamatan Wanasaba, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini penuh serempak,semangat dengan suasana bahagia.

Selanjutnya megadakan sholat di dipimpin oleh anggota dewan DPRD Propinsi NTB DRS. TGH. Hazmi Hamzar, SH. Selesai solat berdoa. kemudian berkhutbah diawali dengan membaca takbiran kalimat pembukaan dengan fasih penuh semagat dengan  kata-kata pujian kepada Allah SW.

Mereka berharap amal ibadah diterima pada bulan ramadhon diampuni salah dan dosa, diakhirat nanti bersama rasullulah Sallallahu’alaihi wasallam, amin.

Dikatakan pimpinan ormas Maraqitta’limat ini menyampaikan

“kita berkhutbah Idul Fitri sekali setahun, sebulan penuh (ramadhon) kita belajar hidup sempurna menahan lapar dan haus merasakan penderitaan keadaan sesama maka akan tumbuh saling sayang menyayangi, saling memafkan antara kerabat, tetangga, temen maka Allah akan memaafkan kesalahannya.”ungkap Hamzar.

Yang terpenting kami sampaikan, Pertama mencari persaudaraan saling menghormati dalam bermasyarakat mari meghilangkan sifat buruk sangka, saling ejek, memangil ucapan tidak baik juga mencari aib saudaranya.

Lain halnya di Irak, dimana membunuh sudaranya sesama muslim megatas namakan kelompok (penulis lupa namanya) kemudian Palestina sudah ribuan yang syahid atas serangan dari tentara Israel, diwilayah Unisuviet, Cina, terjadi kekejaman tidak boleh melakanakan ibadah puasa, dengan peristiwa ini pasti akan datang pertolongan allah nanti.

Kata Tuan guru Maraqitt ini “jagan meguasai milik orang lain ada suatu kisah perkara dibawa kepegadailan dengan kesimpulan dimenangkan orang yang bukan haknya dikarenakan berkuasa secara materi, ketidak adilan inilah sama halnya membawa istri dan anak keturunannya keneraka yang menggunakan harta bukan hak mereka.”

Kedua hidupkan sifat saling tolong menolong sesama selama masih yakin seperti di desa Mamben makin hari makin sadar dengan sifat Ta’awanu (saling tolong menolong) dimana satu orang merantau keluar daerah seperti Bali, Jawa, Sumbawa dll akhirnya menjadi ribuan didaerah orang disebabkan saling bantu.

Maka jangan ada kekhawatiran diantara temen, keluarga, andaitolan allah akan memberikan pertolongan kepadanya selama ia masih yakin, kalau ada sifat khilaf sesama lakukanlah tausiah (saling menasehati) khutbah pertama selesai, diselingi bacaan solawat oleh bilal, ditutup dengan khutbah kedua dengan doa. (habib)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *