suluhnusa.com_Payong mengalahkan Sitanggang, dalam pertarungan head to head, setelah tujuh bakal calon ketua presidium PMKRI Cabang Denpasar lainnya mengundurkan diri.
Suksesi kepemimpinan organisasi kemahasiswaan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Denpasar Sanctus Paulus kembali berlangsung, Minggu 16 Maret 2013 dini hari sekitar jam 04.00 Wita.
Melalui proses alot dalam forum Rapat Umum Anggota PMKRI Cabang (RUAC) PMKRI cabang Denpasar sebagai forum tertinggi di tingkat cabang PMKRI, akhirnya berhasil memilih dan menetapkan Klemens Payong sebagai Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Denpasar periode 2014-2015.
Oby, demikian Ketua Presidium terpilih ini biasa disapa mengalahkan Carter Sitanggang, Mahasiswa Fakultas kedokteran hewan Unud yang sekarang sedang menjalani masa Coas, dalam voting tertutup. Mahasiswa IKIP PGRI ini bertarung head to head dengan Carter, setelah tujuh bakal calon ketua presidium lainnya mundur dari bursa pencalonan.
Mahasiswa FKIP Bahasa dan Seni Universitas PGRI, asal asal Kabupaten Lembata ini menggantikan Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Denpasar sebelumnya, Marianus Fergilus Lede Todo. Sidang pemilihan ini dipimpin panitia Ad Hoc, yakni Yohanes Brekmans Wongga sebagai ketua sidang, Putri Maria Caroline sekretaris sidang, dan Florentio Don Bosco Heppi anggota Sidang.
Usai terpilih, Oby menyampaikan apresiasinya atas mandat yang diberikan untuk memimpin PMKRI Cabang Denpasar selama setahun ke depan. Ia bangga karena mendapat kesempatan memimpin PMKRI cabang Denpasar saat PMKRI cabang Denpasar tepat berusia 50 Tahun. PMKRI cabang Denpasar didirikan pada 10 Oktober 1963.
Menurut dia, pilihannya menerima tanggung jawab menjadi ketua presidum PMKRI adalah panggilan sadar untuk tampil membawa PMKRI cabang Denpasar sebagai candradimuka bagi pengkaderan mahasiswa dan turut terlibat dalam perjuangan sosial kemayarakatan dengan pilihan perjuangan berpihak kepada kaum tertindas sebagaima menjadi visi dan misi PMKRI.
Diungkapkan Oby, eksistensi organisasi kemahasiswaan termasuk PMKRI dewasa ini dihadapkan pada pragmatisme mahasiswa dan generasi muda. PMKRI sebagai organisasi pengkaderan mahasiswa untuk menyiapkan calon pemimpin dan turut serta dalam perjuangan kemasyarakatan senantiasa menguatkan kapasitas kader dengan berbagai proses pembinaan yang ada.
“Konsolidasi dan pengkaderan anggota akan menjadi fokus kerja organisasi ke depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain penguatan internal organisasi, ke depan PMKRI akan terus memperkuat memperkuat jaringan eksternal dengan berbagai kelompok masyarakat baik dengan sesama organisasi kemahasiswaan, LSM dan berbagai organisasi masyarakat sipil lainnya di Bali. “PMKRI akan selalu membuka diri dalam gerakan kolektif untuk sebuah perubahan yang baik dalam dinamika sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Selain memilih ketua Presidium, RUAC PMKRI cabang Denpasar yang berlangsung tiga hari itu juga melakukan evaluasi kritis perjalanan organisasi selama ini, dan menetapkan berbagai kebijakan organisasi. Pada kesempatan itu juga Laporan Pertanggungjawaban Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Denpasar diterima oleh forum RUAC.(sandro wangak)
