Perempuan Kampanye Politik Ramah Keluarga

suluhnusa.com_Di Indonesia dalam dunia politik peran perempuan belum seperti kaum laki-laki yang lebih dulu menguasai dunia yang dibilang politik itu ‘kotor’.

Meski sudah mendapat porsi sebanyak 30%, namun kenyataannya di parlemen kuota itu belum terpenuhi baik di legislative pusat hingga di daerah.

Atas hal ini, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) provinsi Bali bekerjasama dengan BKOW Bali lakukan evaluasi peringatan satu tahun deklarasi sudah saatnya perempuan melakukan politik melalui ramah keluarga.

Maksud dari politik ramah keluarga ini menurut Ketua KPPI provinsi Bali, Dewa Ayu Sri Wigunawati adalah evaluasi yang selama ini dilakukan oleh KPPI untuk mengetahui sejauh mana calon legislative (caleg) perempuan dalam melakukan satu gerakan dimana ia bersosialisasi terutama pada keluarga, dengan cara-cara elegan.

“Caleg perempuan kita streaching untuk meningkatkan popularitas, elektabilitasnya jangan berpikir dengan membuat diri tampil ekslusif dan membuat sensasi. Dengan membawa slogan politik ramah keluarga bukan politik yang seperti sekarang ini pragmatis,” katanya, Jumat 15 Februari 2014 di Denpasar.

Pihaknyapun tak mentarget muluk-muluk untuk memenuhi kuota 30% di parlemen, hanya dengan 10-15% saja, imbuh Sri sudah cukup. Caleg seluruh partai Bali memang naik dan sudah memenuhi kuota 30%, yaitu 1.186 orang dari total kursi yang tersedia mencapai 3.230 orang.

Jumlah itu meliputi legislatif DPR, DPRD Tingkat I, dan DPRD Tingkat II. Tapi kalau dilihat daerah lain, Bali paling rendah. Paling besar di Manado sampai 40%.

Sesuai peraturan KPU yaitu PKPU No.15, bahwa tidak ada pemasangan baliho untuk caleg perempuan Sri Wigunawati pun menghimbau para caleg perempuan untuk tidak memasang baliho dengan foto syur dan kedepan tidak ada lagi kampanye berbentuk seksiologi. (kresia)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *