KALABAHI — Empat hari setelah jasad mantan Kepala Puskesmas (Kapus) atau mantri, Mulyadi Oramahi (56), ditemukan di wilayah Mali, Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), polisi masih belum mengungkap siapa pelaku di balik kematian tersebut.
Kasus yang menggegerkan masyarakat Alor itu hingga kini masih dalam penyelidikan Polres Alor. Polisi terus mengembangkan sejumlah informasi dan barang bukti yang ditemukan di lapangan.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah keluarga korban mendatangi Mapolres Alor, Kamis, 24 September 2026, untuk bertemu Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, SH.
Keluarga korban, Abubakar Bara dan Ibrahim Samau, menemui Kapolres untuk mempertanyakan perkembangan pengungkapan kasus tersebut.
Abubakar mengatakan, keluarga datang karena sudah empat hari sejak jasad Mulyadi ditemukan, namun sosok yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban belum diketahui.
“Kami datang untuk bertemu Kapolres dan menanyakan perkembangan pengungkapan pelaku,” ujar Abubakar kepada wartawan seusai pertemuan.
Menurut Abubakar, Kapolres menyampaikan bahwa jajaran Polres Alor masih bekerja untuk mengungkap kasus tersebut.
Polisi, kata dia, meminta keluarga memberikan waktu dan tetap menjaga situasi agar tetap kondusif.

Kapolres Alor AKBP Nur Azhari membenarkan telah bertemu dengan keluarga korban.
Ia meminta keluarga memberikan kepercayaan kepada kepolisian untuk bekerja mengungkap kasus tersebut.
Kapolres juga meminta waktu kepada penyidik untuk melakukan pengembangan penyelidikan.
“Saya sudah bertemu dengan keluarga. Saya minta keluarga percaya kepada polisi untuk dapat mengungkap pelakunya. Berikan waktu kepada polisi,” ujar Azhari kepada wartawan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres di tengah penyelidikan yang masih berlangsung.
Sebelumnya, Polres Alor mengungkap sejumlah perkembangan dalam penyelidikan kasus kematian Mulyadi Oramahi. Salah satu temuan penting adalah sepeda motor milik korban yang ditemukan di wilayah Kenarilang, di pinggir jalan dekat permukiman warga. Saat ditemukan, kondisi sepeda motor tersebut disebut masih lengkap.
Ketika kunci kontak diputar, kendaraan tersebut bahkan masih dapat dihidupkan. Namun, sejumlah barang milik korban lainnya, termasuk telepon seluler dan dompet, hingga kini belum ditemukan berdasarkan keterangan kepolisian yang disampaikan sebelumnya.
Polisi juga menemukan sebuah kain yang disebut memiliki bercak darah.
Kain tersebut ditemukan di lokasi yang disebut berjarak agak jauh dari tempat jasad korban ditemukan, tepatnya di sekitar sebuah pondok.
“Kemarin itu juga polisi menemukan sebuah kain yang ada bercak darah, namun lokasinya sedikit jauh dari lokasi jasad yang ditemukan. Kain itu dekat dengan sebuah pondok,” kata Kapolres sebelumnya.
Salah satu pertanyaan penting dalam kasus ini adalah apakah korban benar-benar meninggal di lokasi tempat jasadnya ditemukan.
Ketika ditanyakan mengenai hal tersebut, Kapolres belum memberikan jawaban.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, ketika ditemukan, tubuh korban mengalami sejumlah luka. Diantaranya terdapat luka pada bagian pergelangan atau nadi tangan, luka pada bagian leher dan kepala, serta sejumlah luka lainnya pada tubuh korban.
Namun, mengenai penyebab pasti kematian, mekanisme terjadinya luka, lokasi korban meninggal, serta siapa yang bertanggung jawab, seluruhnya masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan pembuktian oleh kepolisian.
Hingga berita ini ditulia, Polres Alor belum mengumumkan tersangka dalam kasus tersebut.
Keluarga korban kini berharap proses penyelidikan dapat segera menemukan titik terang dan mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kematian Mulyadi Oramahi.+++
j.k
