KALABAHI– Gedung baru Kantor Desa Oa’Mate, Kecamatan Alor Barat Laut (Abal), Kabupaten Alor, kini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan skandal yang melibatkan oknum kepala desa dan bendahara desa.
Peristiwa mengejutkan warga ini terjadi pada Minggu malam, 12 April 2026, sekitar pukul 23.00 hingga 00.00 WITA.
Informasi yang dihimpun media ini dari sumber terpercaya di desa setempat menyebutkan, dugaan tersebut bermula dari aktivitas mencurigakan di area kantor desa yang terletak di pesisir pantai, sekitar 200–300 meter dari permukiman warga.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku melihat sebuah sepeda motor datang dan berhenti di halaman kantor desa. Dari pengamatan mereka, terlihat seorang pria dan seorang wanita masuk ke dalam ruangan aula kantor melalui pintu samping.
“Awalnya kami kira pasangan suami istri (Pasutri). Tapi karena lama di dalam, kami mulai curiga,” ungkap sumber.
Keduanya diketahui berada di dalam ruangan lebih dari satu jam dalam kondisi gelap. Rasa penasaran mendorong salah satu warga mendekat dan memanggil salah satu staf desa. Namun, yang keluar justru Kepala Desa Oa’Mate, Thimatius Doe.
Saat ditanya apakah ada orang lain di dalam ruangan, kepala desa disebut menjawab singkat bahwa orang tersebut sudah lepas turunkan lebih dulu tadi.
Jawaban tersebut justru memicu kecurigaan warga. Dugaan semakin menguat setelah salah satu warga mendatangi rumah seorang perempuan berinisial NF, yang diketahui sebagai bendahara desa.
Saat itu, NF tidak berada di rumah, sementara ketiga anaknya tertidur.
Sekitar 30 menit kemudian, warga kembali ke kantor desa dan melihat seorang perempuan keluar dari ruangan yang sama. Perempuan tersebut diduga NF. Ia kemudian melarikan diri ke arah semak-semak di sekitar lokasi ketika menyadari kehadiran warga.
Keesokan paginya, Senin, 13 April 2026, warga kembali menanyakan keberadaan NF. Kepada warga, NF mengaku berada di rumah namun bersembunyi karena takut.
Meski belum ada bukti pasti terkait apa yang terjadi di dalam ruangan tersebut, keberadaan kedua oknum di kantor desa pada tengah malam dalam kondisi gelap selama lebih dari satu jam memicu dugaan kuat adanya hubungan tidak pantas.
“Kalau benar seperti itu, ini sangat memalukan. Kantor desa itu tempat pelayanan, bukan tempat seperti itu,” ujar salah satu warga.
Namun sejumlah tokoh masyarakat juga telah meminta klarifikasi kepada NF, namun yang bersangkutan membantah berada bersama kepala desa di dalam kantor.
Sementara itu, tokoh pemuda Desa Oa’Mate, Andi Laa, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kantor desa merupakan simbol pelayanan publik yang harus dijaga kehormatannya.
“Kantor desa adalah rumah rakyat, bukan tempat untuk perbuatan asusila. Kalau dugaan ini benar, maka ini pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendesak Inspektorat Daerah dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Alor untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap kedua oknum tersebut.
Menurutnya, jika terbukti, maka sanksi tegas harus diberikan sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014.
“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun juga menyebutkan bahwa peristiwa ini telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor Alor Barat Laut pada Senin, 13 April 2026).
Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, Kepala Desa Oa’Mate, Thimatius Doe, yang telah dikonfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp sejak 14 hingga 15 April 2026, belum memberikan tanggapan.+++jk

Agenda khusus Bos