LEWOLEBA – RATUSAN Pasang mata kabur berbondong bondong ke RS Bukit Lewoleba di Jalan Trans Atadei, dengan satu harapan mereka bisa melihat dengan terang seperti sediakala.
Selama tiga hari sejak 4-7 Maret 2026, RS Bukit Lewoleba membuka layanan skrining mata sekaligus tindakan operasi sebagai bentuk pelayanan yang paripurna.
Mereka melakukan tindakan pelayanan dengan hati agar ratusan mata yang kabur menjadi terang ketika pulang dari RS Bukit Lewoleba.
Direktris RS Bukit Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dr. Vincensia Caroline, Kamis, 5 Maret 2026 menjelaskan, pihak rumah sakit resmi membuka kegiatan bakti sosial operasi katarak.
Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan tim dokter mata dari FKIK Atma Jaya (ACOPE) serta Yayasan Putra Peduli.
Kegiatan ini berlangsung pada 4–7 Maret 2026 di RS Bukit Lewoleba dan melibatkan 11 tenaga medis dari FKIK Atma Jaya, termasuk 4 dokter spesialis mata.
Total pasien yang ditangani berjumlah 220 orang, terdiri dari 180 pasien katarak dan 40 pasien pterigium. Kita berdoa agar semua tindakan berjalan baik sesuai rencana Tuhan”, ungkap dr. Vincensia.
Menurutnya, mayoritas pasien datang dengan keluhan utama berupa pandangan yang sangat kabur, seakan tertutup kabut tebal yang telah dirasakan selama bertahun-tahun.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, pasien dapat kembali melihat dengan lebih jelas dan kualitas hidup mereka meningkat,” ujarnya.
Baksos katarak ini merupakan komitmen RS Bukit Lewoleba dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Lembata.
Rumah sakit yang berdiri sejak 1967 itu terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dan aktif menyelenggarakan kegiatan sosial di bidang kesehatan.
“Harapan saya sebagai Direktur RS, RS Bukit dapat terus berkembang, semakin dipercaya masyarakat, dan menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lembata,” tambah dr. Vincensia.
Profil RS Bukit Lewoleba
Terletak di jantung Kabupaten Lembata, tepatnya di Jalan Trans Atadei, Kelurahan Lewoleba Barat, RS Bukit Lewoleba hadir sebagai Rumah Sakit Umum (RSU) kelas D yang terus berkembang dalam semangat pelayanan dan cinta kasih.
Berdiri di atas lahan seluas ±18.034 m² dengan bangunan seluas ±4.816 m², rumah sakit ini menjadi salah satu pilar penting dalam pelayanan kesehatan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
RS Bukit Lewoleba dikelola oleh Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka, sebuah lembaga yang berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang manusiawi dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Sejak terdaftar di Kementerian Kesehatan RI pada 14 September 1967, RS Bukit Lewoleba telah menapaki perjalanan panjang. Dari status akreditasi “Lulus Utama” hingga kini, rumah sakit ini menunjukkan komitmen terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Semangat pengabdian RS Bukit Lewoleba tidak pernah surut. Dengan dukungan penuh dari Keuskupan Larantuka dan masyarakat setempat, rumah sakit ini terus menjadi tempat harapan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan medis, tanpa memandang latar belakang.
RS Bukit Lewoleba bukan sekadar fasilitas kesehatan, ia adalah wujud nyata dari pelayanan Gereja yang menyentuh hidup, merawat yang sakit, dan menghadirkan harapan di tengah tantangan.
Di sini, setiap tindakan medis adalah bentuk kasih, dan setiap senyuman pasien adalah buah dari pelayanan yang tulus. Saat berita ini dirilis RS Bukit Lewoleba sudah berusia 59 tahun. +++sandro.wangak

lasix 40 mg tablet
lasix 40 mg tablet
buy antibiotics online for tooth infection
buy antibiotics online for tooth infection
lasix for dogs
lasix for dogs