Sulaieman Belum Ditemukan, Keluarga Minta Perahu Korban Diseremoni Secara Adat

suluhnusa.com – Upaya pencarian korban Sulaieman Apang, yang ditabrak Kapal Fantasi Express 88 31 Agustus 2019, belum ditemukan sampai tanggal 1 September 2019.

Segala upaya sudah dilakukan baik oleh keluarga dan pemerintah desa Lohayong juga Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Tim SAR, TNI dan Polri dibantu Nelayan Adonara dan Solor.

Kepala Desa Lohayong, Abdul Gafur Keneng, 1 September 2019 mengakui pihaknya sejak mendapat informasi kecelakaan itu meminta semua perahu nelayan di Desa Lohayong dan sekitarnya untuk melakukan pencarian korban di selat solor.

“Semua nelayan di Lohayong dan sekitarnya saya minta untuk melakukan pencarian sejak hari pertama, kami mendengar kecelakaan itu,” ungkap Abdul Gafur saat Wakil Bupati Flores Timur melakukan kunjungan ke rumah korban di Desa Lohayong.

Sayangnya sampai dengan tanggal 1 September 2019, korban Sulaieman, suami Yati Ganti ini belum ditemukan.

Wakil Bupati Agustinus Payong Boli, pada kesempatan tersebut meminta semua keluarga untuk bersabar dan tabah karena musibah dan kecelakaan bisa terjadi pada siapa saja. Dia berjanji upaya pencarian korban tetap dilakukan dan menjadi tanggungjawab pemerintah Flores Timur.

“Saya sudah berkoordinasi dengan tim SAR, TNI dan Polri untuk melakukan pencarian. Dan saat ini bukan hanya nelayan solor dan adonara yang dilibatkan untuk mencari tetapi juga berbagai pihak dilibatkan untuk mencari korban,” ungkap Wabup Agus Boli.

Anggota DPRD Flores Timur dapil Solor, Syarifudin Abbas mengungkapkan dirinya bersama seluruh masayarakat solor, khususnya Lohayong Solor Timur, agar kejadian ini diproses secara hukum.

Selain itu, Udin Abas juga meminta kepada Wabup Agus Boli berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar perahu korban dapat dipindahkan ke Desa Lohayong untuk diseremoni secara adat.

Permintaan ini disampaikan juga oleh dua keluarga korban yang lainnya, Ahmad dan Anas Ahmad dihadapan Wabup Agus Boli, didampingi oleh Anggota DPRD dapil Solor, Safrudin Abas; Koramil Solor Timur, Ihsan; Kapolsek Solor Timur, Doni Pedan dan Kepala Desa Lohayong, Abdul Gafur, 1 September 2019

Selain itu, Anas Ahmad mengharapkan agar wakil Bupati Flores Timur dapat membantu keluarga korban dengan menjadi saksi dalam proses hukum.

“kami keluarga minta agar pelakunya diproses secara hukum dan pa wakil bupati dapat menjadi saksi karena saat kejadian wakil bupati Flores Timur berada dalam kapal Fantasi Express. Kami masayarakat kecil, kami tidab bisa berbuat apa apa. Pemilik kapal ini china, jadi kami berharap pa wakil bisa membantu kami masayarakat kecil ini,” ungkap Anas.

Sementara itu, upaya pencarian tahap I dan Tahap II, tim gabungan SAR yang dipimpin oleh Kasie Ops Basarnas Maumere, Irsan Anshari Arsyad,SH belum berhasil.

Di tempat terpisah Isran Anshari Arsyad,SH, kepada media ini menjelaskan pada pencarian hari pertama tersebut, Tim SAR menerjunkan 5 personil anggota Basarnas Maumere, 1 personil Posmat AL Flotim, anggota SatPolair Polda NTT  Flotim dan Lembata , Anggota Polsek Adonara Timur dan Bhabinkamtibmas Beloto. Beberapa kapal nelayan asal Lohayong Solor Timur,Watanpao, Lamahala dan Terong  pun membantu pencarian tersebut.Tim SAR Gabungan  menggunakan 2 Kapal Polair Polda NTT dan 1 unit Rigid Inflatable Boat 500 PK milik Basarnas Maumere.

“Kami langsung bergerak ke Larantuka  pada Sabtu 31 Agustus 2019 malam setelah mendapat informasi tentang kejadian itu dan langsung  membangun koordinasi dengan tim gabungan lainnya di Larantuka. Aktivitas pencarian mulai dilaksanakan pada hari ini, Minggu,1 September 2019 pada pukul 05.30 wita. Kepala Kantor pencarian dan Pertolongan Maumere, I Putu Sudayana,SE,M.Ap langsung bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC). Baik pencarian tahap I dan Tahap II pada hari ini,Tim belum berhasil menemukan korban. Pencarian akan dilanjutkan, Senin 2 Sepbetember 2019 .”ujar Isran Anshari Arsyad .

Sulaiman Apang adalah seorang nelayan asal desa Lohayong II, Kecamatan Solor Timur. Pada Sabtu 31 Agustus 2019 siang. Istri Yati Ganti ini memiliki tujuh orang anak yakni Mainuna, Wati, Ayu, Umi, Ramdhan, Fhalib dan Jana. ***

  

Sandro Wangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *