suluhnusa.com – Kedatangan Kepala Negara Republik Indonesia, Joko Widodo dikawal 2000 pasukan gabungan TNI dan 12 Kapal Perang.
Sebab keamanan Presiden merupakan tanggung utama dan menjadi prioritas.
Kedatangan kedua belas Kapal Perang ini selain menjaga dan mengawal.keamanan Presiden Joko Widodo, juga melakukan debarkasi personil dan material.
Hal ini disampaikan, Komandan Pos Angkatan Laut Lembata, Fransisco BJ keepada suluhnusa.com, 7 Desember 2016 di Lewoleba.
Fransisco menjelaskan, dalam rangka mendukung keberlangsungan keamanan presiden dan kesuksesan Harnus 2016 di Lembata, NTT, Markas Besar TNI Angkatan Laut mengirim 12 kapal perang.
“Ada 12 kapal perang atau KRI yang akan berlabuh di teluk Lewoleba untuk mendukung Harnus. Kapal kapal ini melakukan debarkasi personil dan material”, jelas Fransisco.
Saat ini, sudah empat kapal yang masuk di Teluk Lewoleba yakni KRI Terapang labuh dipelabuhan Lewoleba, sekira pkl. 11.00, lalu menjelang petang KRI Tangket Arun legoh jangkar sekitar pkl.17.24 dan malam hari sekira pkl.21.54 KRI Legendaris Dewa Ruci labuh di Pelabuhan Laut Lewoleba.
Selain ketiga kapal ini, berdasarkan DWD-Diperkirakan Waktu Tiba, KRI Makasar dan diikuti KRI lainnya.
Menurut Fransisco, ada dua belas Kapal Perang yang akan labuh di teluk Lewoleba yakni KRI Dewa Ruci, KRI Terapang, KRI Surabaya, KRI Makasar, Untung Surapati, KRI Hasan Basri, KRI Kakap, KRI Sura, KRI Singa, KRI Arung Samudra berjenis kapal tangker untuk menyuplai bahan bakar.
Selain itu dua.kapal.yanglain adalah KAL Kembang dan KAL Balibo.
Rencana Kapal perang ini akan melakukan parade dengan persenjataan militer lengkap pada puncak perayaan Harnus 13 Desember 2016. (sandrowangak)
