suluhnusa.com – Kapal Legendaris Angkatan Laut RI kebanggaan Nusantara, KRI Dewa Ruci tiba di perairan Teluk Lewoleba, Rabu malam, 7 Desember 2016, sekitar pkl.21.45 witeng.
Kedatangan KRI tiang tinggi bergaya pinishi ini, menjadi tontonan menarik warga Kota Lewoleba.
Sayangnya, para kadet Dewa Ruci atau taruan angkatan laut tidak melakukan seremoni drum band dan sambil berdiri di atas tiga tiang membentuk formasi karena waktu sandar malam hari.
Komandan Angkatan Laut Lembata, Fransisco BJ, kepada suluhnusa.com, 7 Desember 2016 menjelaskan warga Lembata mesti bangga bahwa daerah ini dikunjungi KRI Dewa Ruci, Sang Legendaris.
Saking melegenda dan menjadi simbol kekuatan TNI Angkatan Laut, beberapa jam sebelum KRI buatan Jerman tahun 1932 ini tiba di Perairan Teluk Lewoleba, KRI Terapang yang sejak siang sedang labuh di Pelabuhan Lewoleba harus bergeser ke tengah laut dan memberikan penghormatan militer kepada Dewa Ruci.
Karena menjadi kebanggan Indonesia dan simbol kenusantaraan, Dewa Ruci menjadi sangat istimewa.
“Ini kesempatan langkah dan menjadi istimewa, Sang Legenda bisa datang ke Lembata. Untuk itu menurut rencana Dewa Ruci menggelar openship beberapa hari”, ungkap Fransisco.
Openship menurut Fransisco, Dewa Ruci memberikan kesempatan kepada warga Lewoleba Lembata termasum tamu dan undangan Harnus bisa masuk dan berkunjung ke dalam kapal Dewa Ruci.
“Syaratnya, tunjukan identitas diri yang resmi berupa KTP atau SIM dan tanda identitas resmi lainnya”, tutur Fransisco.
Selain KRI Dewa Ruci, Kapal perangainnya yang sudah masuk ke.perairan teluk lewoleba adalah KRI Terapang, KRI (tangker) Arun, dan KRI Makasar.
Rencananya ada sekitar 12 KRI yang akan berlabuh di Teluk Lewoleba selama Harnus dan melakukan gladi parade KRI bersama kapal tradision tanggal 12 Desember 2016 dan melakukan gelar parade angkatan laut pada puncak perayaan Harnus 13 Desember 2016 di teluk Lewoleba bersama Kapal Tradisional.
Sekedar diketahui bahwa salah seorang peserta pemuda bahari 2015, Yoseph Aryanto Tena, ketika dimintai keterangannya, 7 Desember 2016, terkait KRI Dewa Ruci menjelaskan kapal ini digunakan sebagai Duta Bangsa dalam memeperkenalkan Negera Indonesia.
“Selain itu, kapal ini juga digunakan sebagai kapal latih Kadet Akademi Angkatan Laut Indonesia dalam melakukan Kartika Jala Krida”, ungkap Yoseph Tena yang mendapat kesempatan mengunjungi KRI Dewa Ruci sebagai Pemuda Bahari Indonesia tahun 2015 lalu.
Yoseph Tena yang juga putra asli desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata ini menceritakan KRI Dewaruci dibangun di Jerman di galangan kapal HC Stulcken & Sohn pada tahun 1932.
Akan tetapi pembangunan kapal ini tertunda karena kerusakan besar yang dialami galangan kapal tersebut oleh Perang Dunia II. Kapal yang memiliki tiga tiang selesai dibangun pada tahun 1952 dan resmi diserah terimakan pada tanggal 15 Januari 1953 yang mana menjadi hari ulangtahun KRI Dewaruci.
Sejak saat itu kapal ini bermarkas di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) di Surabaya. Nama dan sosok KRI Dewaruci diambil dari mitos Dewa pewayangan Hindu dalam cerita Mahabarata yang sering dikenal sebagai Dewa keberanian dan kejujuran.
Pada usianya yang sudah legendaris, kapal ini masih tetap beroperasi dan berperan aktif berpartisipasi dalam lomba layar di seluruh Dunia.
KRI Dewaruci telah melaksnaakan pelayaran keliling dunia untuk kedua kali aitu ditahun 1964 dan 2012.
Masyarakat dunia mengenal KRI Dewa Ruci karena keramah-tamahan dan semangatjuang yang tinggi sehingga sering mendapat predikat juara Best crew and Friendship, dimana menjadikannya disebut Sang Legenda Hidup.
“Salah satunya keunikan Dewa Ruci adalah, sebelum sandar ke dermaga kapal ini biasa memasang para kadet Akademi Angkatan Laut di ketiga tiang yang dimilikinya, dengan menggunakan pakaian khas berwarna biru para kadet melambaikan tanggan ke arah orang-orang yang sudah menunggu di dermaga dan dengan iringan drum band Gita Jala Taruna yang terdengar ketika tiba di dermaga dengan menggunakan kostum yang beraneka ragam”, kisah Yoseph Tena.
Keunikan lain dari KRI Dewaruci, demikian Yoseph Tena adalah pengalaman mabuk laut yang tak akan terlupakan, karena kapal ini mempunyai ukuran yang kecil sehingga membuat goyangan yang dihasilkan ombak menjadi begitu terasa.
“Selain itu dikapal ini juga melakukan ritual mandi katulistiwa yang notabene dilaksanakan semua KRI apabila melewati garis katulistiwa. Maksud dari mandi katulistiwa ini adalah tebus dosa atas segala kesalahan manusia dan mandi katulistiwa ini biasanya mendapat kejutan berupa mandi oli yang tidak pernah terbayangkan oleh orang yang belum tahu tentang tradisi ini”, ungkap Yoseph Tena.
Sekedar informasi KRI Dewaruci merupakan salah satu kapal yang masih menggunakan peralatan keluaran lama namun masih dapat berfungsi dengan baik.
Salah satu contohnya adalah alat komunikasi yang menghubungkan antara anjungan dengan ruang mesin yang berada dibawah dan kemudi kapal yang masih menggunakan setiran bundar ciri khas kapal. (sandrowangak)
Data Kapal
Negara : Indonesia
Tipe : Barquentine
Buatan : HC Stulcken & Sohn, Germany 1953
Panjang : 58,30 m
Lebar : 9,50 m
Tinggi Garis Air : 4,50m
Mesin : 1 Disel, 989 HP
Kecepatan Mesin : 9 knots
Kecepatan Layar : 12 knots
Jumlah Layar : 16 layar
Luas Layar : 1091 m2
Lambung Kapal : Besi dan Kayu
ABK : 81 orang
Cadet : 75 orang
Tiang utama diberi nama : Bima
Tiang Tengah : Arjuna
Tiang Buritan (Belakang) : Yudhistira
