Suku Odung Gali Sejarah dan Kearifan Lokal untuk Generasi Muda

Catatan : Andreas Odung

LEMBATA – Dalam upaya melestarikan sejarah dan nilai-nilai kearifan lokal di tengah derasnya arus modernisasi, Suku Odung kembali menggelar pertemuan bulanan yang kini telah memasuki bulan keempat.

Pertemuan yang berlangsung di Loang ini menjadi wadah penting untuk menggali kembali sejarah, adat istiadat, dan petuah leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Sesepuh Suku Odung, Goris Odung, dalam sapaannya menegaskan bahwa generasi muda harus terus belajar dan memahami sejarah suku serta kearifan lokal yang ada.


“Momen ini adalah kesempatan yang baik untuk mengetahui dan mempelajari sejarah serta adat istiadat. Nilai-nilai ini seharusnya menjadi pedoman dalam menjaga keharmonisan dengan Tuhan, leluhur, sesama anggota suku, dan dalam komunitas sosial,” ungkapnya.


Sementara itu, penutur Suku Odung, Andreas Ope Odung, secara rinci menjelaskan sejarah perjalanan Suku Odung, termasuk sistem kekerabatan, sistem adat perkawinan, hingga tata cara ritual adat yang masih dipertahankan hingga kini.

Menurutnya, pengetahuan ini sangat penting agar generasi muda memahami akar budaya mereka dan tidak tercerabut dari jati diri leluhur.


Sejarah mencatat, Suku Odung berasal dari Kampung Baoraja, Atadei. Namun akibat bencana tsunami Waiteba tahun 1979, sebagian besar keluarga Suku Odung harus pindah ke Loang, Nagawutung, sementara sebagian lainnya menyebar ke berbagai pelosok negeri.


Karena itu, momen pertemuan bulanan ini menjadi sarana penting untuk mempertemukan kembali semua anggota suku, baik yang masih tinggal di Lembata maupun yang tersebar di luar daerah.

Kegiatan yang telah berlangsung selama empat bulan ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Reuni Akbar Suku Odung Tahun 2026.

Reuni tersebut diharapkan menjadi ajang silaturahmi, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah tantangan globalisasi.


Beberapa poin penting yang menjadi fokus pertemuan antara lain: pengumpulan dan dokumentasi sejarah suku yang tercecer, pemahaman mendalam tentang sistem kekerabatan dan adat perkawinan, pelestarian ritual dan tradisi leluhur sebagai identitas budaya, pewarisan petuah leluhur kepada generasi muda, penguatan solidaritas antaranggota suku dan penyusunan agenda menuju Reuni Suku Odung Tahun 2026.


Dengan semangat kebersamaan, Suku Odung bertekad menjaga warisan leluhur agar tetap hidup, menjadi pedoman, dan terus menyinari langkah generasi penerus.+++andre.odung

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *