suluhnusa.com_Yakobus Tua dan Barek Lake, dua kakak beradik almarhum Elias Kasa ini diperiksa penyidik Reskrim Polres Lembata selama lima jam.
Keduanya diminta keterangan terkait penemuan mayat kaka mereka di bawah serumpun bambu di Kampung Adat Lewohala. Keduanya menemukan mayat kakak mereka sekitar Pkl. 09.00. Kondisi mayat saat ditemukan sudah tidak bernyawa dengan muka telungkup dan sudah bau.
Kobus dan Bare diperiksa dalam satu ruangan di Polres Lembata. Kobus diperiksa karena dirinya selama ini tinggal di Kampung lama akan tetapi sejak tiga hari lalu, Minggu, 26 Maret 2015.
Kasa sejak tanggal tersebut pergi ke gunung di kampung lama untuk iris tuak/lontar dan Rabu, 1 April 2015 ditemukan meninggal.
Karena tiga hari tidak pulang, Mama Monika Kewa meminta Yakobus Tua da Barek Kasa ke gunung untuk memanggil. Sayangnya, ditemuka sudah tak bernyawa di bawah serumun Bambu Hutan.
Kondisi mayat saat ditemukan oleh Tua dan Barek dengan posisi telungkup. Menggunakan celana pendek wana abu abu dan baju warna putih.
Pria tukang iris tuak atau pohon lontar ini ditemukan meninggal dekat serumpun bambu hutan ada pisau dan sarungnya terselip pada ikat pinggang.
Kondisinya sudah agak membusuk. Muka penuh tanah. Dan tim identifikasi dari Polres Lembata tiba di TKP sekitar Pkl. 10.00 dekat Kampung adat Lewohala, dan langsung melakukan olah TKP.
Mayat Kasa Lake saat ini masih berada di RSUD Lewoleba karena masih menunggu dokter forensic dari Kupang yag tiba Kamis, 2 April 2015.
Sementara itu, Pemeriksaan terhadap Yakobus Tua da Barek Kasa dilakuka sejak pkl.12.30 sampai dewnga pkl. 17.30, Rabu, 1 April 2015.
Sekedar diketahui, Elias Kasa Lake adalah Suami dari Monika Kewa dan kakak kandung Sebastinus Seru.
Monika Kewa dan Sebastianus Seru adalah Saksi Kunci Kasus Linus Notan yang meninggal tanggal 3 September 2014 lalu. (sandrowangak)
