Lori Lodan di Periksa, Konfrontir dengan Monika Kewa

suluhnusa.com_Salah satu terduga pelaku pembunuhan Linus Notan, Laurensius Lori alias Lori Lodan, membantah keterengan saksi Monika Kewa.

Bahwa menurut Kewa, apa yang dia lihat itu yang dia sampaikan kepada penyidik.

Setelah penyidik kepolisian Resort Lembata melakukan pemeriksaan terhadap Monika Kewa. Penyidik Polres Lembata kembali melakukan pemeriksaan terhadap Laurensius Lori alias Lori Lodan. Pemeriksaan terhadap Lori Lodan ini langsung dikonfrontir dengan Monika Kewa di dalam ruangan Kasat Reskrim Polres Lembata, Rabu, 28 Januari 2015.

Pemeriksaan konfrontir antara saksi Monika Kewa dan terduga Laurensius Lori Alias Lori Lodan dilakukan oleh penyidik Syamsuddin. Keduanya diperiksa sejak Pkl. 11.30 sampai dengan berita ini di tulis Pkl. 17.00 wita, masih menjalani pemeriksaan. Pantauan suluhnusa.com, pemeriksaan diawasi oleh salah seorang pengawas kepolisian, Aloysius Langoday.

Saking lamanya pemeriksaan Monika Kewa lalu meminta Polisi untuk menghentikan pemeriksaan untuk makan siang di areal Polres Lembata.

Sementara itu Monika Kewa, masih di damping oleh Hendrikus Hore sebagai penerjemah karena Monika Kewa tidak mengerti dan tidak bias Berbahasa Indonesia. Dari semua keterangan yang disampaikan oleh Monika Kewa di bantah oleh Lori Lodan.

Hari ini, Rabu, 28 Januari, selain memanggil saksi Monika Kewa dan Sebastianus Seru, Penyidik Polres Lembata juga melayangkan panggilan terhadap tiga orang terduga dari lima orang yang disebutkan Saksi Turut Serta Gaspar Molan dan saksi melihat Monika Kewa.

Ketiga terduga itu adalah Yoseph Payong Lela, Laurensius Laba dan Feliks Sele. Ketiganya sampai di Polres menggunakan kendaraan roda dua masing-masing. Feliks menggunakan Revo Absolut dengan nomor polisi EB 2882 FD, Laurenius Laba mengendarai Honda Revo lama tanpa plat nomor sementara Yoseph Payong Lela mengendarai Honda Supra. Ketganya tiba di Polres Lembata sekira pkl. 11.00, tidak lama setelah kedua saksi yang dijemput polisi tiba.

Lori langsung menjalani pemeriksaan di ruangan Kasat Reskrim Polres Lembata, Arief Sadikin, dikonfrontir dengan keterangan saksi melihat Monika Kewa. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Polres Lembata Syamsudin. Ketiga terduga secara berurutn tiba di Polres Lembata. Lori tiba lebih dahulu, selang beberapa menit Feliks memasuki halaman Polres Lembata dan Payong Lela tiba terakhir.

Sampai dengan berita ini ditulis Feliks dan Payong Lela belum dimintai keterangan. Hanya Lori Lodan yang dimintai keterangan di konfrontir dengan saksi Kewa. Kewa menceritakan tentang apa yang dilihat di TKP termasuk saat Lori mengayunkan pukulan pertama di pelipis kiri Linus Notan. Akan tetapi keterangan Monika Kewa dibantah oleh Lori Lodan.

“Go koi hama neme jadi go tutu. Kalau noke mari tea amu me nanti noke nodi berurusan noraha Reti Lolon,” ungkap Monika Kewa dalam bahasa Lamaholot yang secara harafia diterjemahkan bahwa dirinya sungguh melihat kejadian itu dan dia cerita berdasarkan apa yang dia lihat. Kalau dia (Lori-Red) mengatakan semua itu tidak ada, nanti dia berurusan dengan Tuhan sajalah. (Sultan Ali Geroda/Vinsen Kerong/Sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *