suluhnusa.com_Luar biasa! Sebuah prestasi yang ditorehkan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Satuan Petugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (Satgas Pamtas RI – RDTL) dari Yonif 743/PSY, berhasil mengamankan 21 ton lebih premium berjenis Bensin dan Solar, Sembako dan Minuman Keras (Miras)merk Habock Illegal yang hendak diselundupkan ke negara Timor Leste.
Pagi itu, Jumat (28/3/2014) sekitar pukul 09.00 Wita di Markas Komando (Mako) Satgas Pamtas RI – RDTL yang berada di Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan berseragamkan loreng, BBM illegal sebanyak 21 ton lebih ke dalam 6 Truck Dump terbuka milik Yonif 743/PSY menuju Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Belu tanpa dikawal.

Setiba di Mapolres Belu, Dansatgas Pamtas RI – RDTL, Kolonel Infanteri Budi Prasetyo bersama anak buahnya, memarkirkan ke 6 Truck Dump terbuka yang berisi 21 ton lebih BBM di kompleks Mapolres Belu.
Nampak aparat Kepolisian Polres Belu dengan bersahabat dan santun, menerima Dansatgas bersama BBM illegalnya.
Pantauan Wartawan di Mapolres Belu, terlihat pihak Kepolisian Polres Belu dengan Satgas Pamtas RI – RDTL, Dan Satgas bersama rombongan dan barang bukti diterima dengan baik oleh Kapolres Belu.
Dansatgas Pamtas RI – RDTL Kolonel Infanteri Budi Prasetyo di sela sela proses menurunkan BBM, Sembako dan Miras illegal di Mapolres Belu,
“Barang sitaan ini sebanyak 21 ton lebih. 1 ton sudah diserahkan ke Polres TTU. Dan 20 ton ke Polres Belu. Itu berupa Bensin, Solar, Minyak Tanah, Sembako dan Miras jenis Habock. Ini barang sitaan yang kami amankan selama 6 bulan kami jalankan tugas sebagai Satgas. Dan ini didapat dari jalur tikus di perbatasan,” ucapnya.
Budi Prasetyo, lanjutnya, selama bertugas pihaknya selalu menjalin kerjasama yang baik dengan pihak lain.
“Kita tingkatkan kerjasama yang baik dengan institusi lainnya. Kalau yang lewat laut, kami belum bisa pantau karena terbatas personil. Dan selama kami bertugas, sudah kami selamatkan 2 unit motor yang hendak dijual ke Timor Leste. Kami pun sudah selamatkan 36 pucuk senjata rakitan,” tutup lelaki humoris nan santun ini.
Sedangkan pengakuan dari Kapolres Belu, AKBP. Daniel Yudho Ruhoro bahwa pihaknya masih mendata dulu dan sekaligus berkoordinasi dengan pihak SPBU selaku penyalur BBM.
“Di sini (Mapolres Belu, red) tidak bisa diamankan. Kita akan serahkan ke SPBU. Dan kita masih mendata, berapa banyak yang ada pelakunya dan tidaknya. Kita akan selalu berkoordinasi,” ucap mantan Kapolres Bajawa ini tersenyum. (felixianus ali)
