Di Belgia, Anak-Anak Berhak Menentukan Kematiannya

Anak-anak sering dianggap sebagai mahluk yang polos dan belum mengerti banyak hal. Namun di Belgia, anak ternyata berpeluang memiliki hak untuk mengakhiri hidup akibat sakit parah yang diderita (euthanasia).

Sebuah rancangan aturan perundangan yang kontroversial akhirnya disahkan Parlemen Belgia. Mereka mengesahkan aturan pemberian hak euthanasia pada anak tanpa batas usia.

Pengesahan aturan tersebut dilakukan setelah anggota senat menempuh mekanisme pemungutan suara. Hasilnya diketahui, 86 suara mendukung pengesahan aturan tersebut, sedangkan 44 lainnya menolak dan 12 abstain.

Dan kelak, bila RUU itu ditandatangani raja, Belgia akan menjadi negara pertama di dunia yang menghapus batas usia untuk praktek euthanasia. Tindakan tersebut bisa dilakukan pada anak-anak yang menderita sakit parah dan sangat kesakitan, serta mendapat izin dari orang tua.

 Pembahasan aturan tersebut dilakukan Senat Belgia setelah ada usulan dari sekolompok pakar pengobatan medis untuk anak. Di antaranya, dari Dr Gerlant van Berlaer dari RS UZ Brussels. Bersama dengan 15 dokter anak lainnya, Berlaer mengajukan petisi agar hak euthanasia juga diberikan pada anak di Belgia.

 “Jarang (euthanasia). Tapi, ada anak-anak yang kami obati tetapi kami tak bisa mengurangi penderitaan mereka. Anak-anak ini harus diberikan haknya untuk menentukan bagaimana akhir hidup mereka sendiri,” kata Berlaer.

Dalam kondisi tersebut, Berlaer menegaskan, yang bisa dilakukan dokter adalah membantu anak-anak mengakhiri hidupnya dengan cara yang mereka pilih sendiri.

“Karena kalau penyakitnya terus menggerogoti, hidup mereka mungkin akan berakhir dengan sangat menyakitkan atau mengerikan, dan mereka mungkin sudah melihat teman mereka meninggal di rumah sakit akibat penyakit yang sama,” tambahnya.

Walau begitu Berlaer menambahkan, “Ini bukan mengambil peran Tuhan, karena pada akhirnya hidup anak-anak yang menderita ini akan berakhir juga.”

Belgia bukan satu-satunya negara yang memandang perlunya pemberian hak euthanasia pada anak. Belanda bahkan telah memberlakukan aturan tersebut. Namun di Negeri Kincir Angin tersebut, permintaan euthanasia hanya boleh diberikan bagi anak berusia minimum 12 tahun dan mendapat persetujuan dari orang tuanya.

Aturan yang telah disahkan senat Belgia tersebut menuai banyak kecaman, termasuk dari oposisi. Pihak oposisi mengingatkan, anak-anak tidak bisa membuat keputusan sesulit itu.

“Kalau memang penyakitnya tak bisa disembuhkan kita bisa berikan obat bius. Dan kalau memang situasinya benar-benar tak manusiawi, kita bisa mintakan izin untuk mengakhiri hidup si anak dari Majelis Etik Kedokteran, tidak harus dengan UU Euthanasia,” kata Kepala Unit Rawat Anak di RS Leuven, Dr Marleen Renard.

Dalam perubahan undang-undang tersebut, Komite Senat mengusulkan agar warga berusia di bawah 18 tahun boleh memohon dilakukan euthanasia. Namun, permohonan itu harus diajukan bersama orang tua dan keterangan dokter bahwa mereka menderita penyakit secara fisik yang kemungkinan sembuhnya amat tipis. Hal itu berbeda dengan orang dewasa yang boleh mengajukan euthanasia meski hanya mengalami stress atau tekanan psikologis.

Namun klausul itu justru menimbulkan perdebatan di Belgia. Kenneth Chambarae dari kelompok peneliti Brussels Free University, menyatakan hal itu merupakan bentuk diskriminasi terhadap warga di bawah 18 tahun. Soalnya, dia menilai setiap warga negara bebas untuk memutuskan yang menjadi kehendaknya.

“Hal itu bisa saja menjadi masalah yang membuat aturan menjadi abu-abu, karena tentu amat sedikit anak-anak yang bisa memutuskan untuk mengakhiri hidupnya,” ujar Chambarae.

Sedangkan Dr. Philip Nitschke dari Exit International, lembaga pro-euthanasia, tetap menyambut baik keputusan dari Komite Senat tersebut.

Selain Belgia Belanda juga sudah memberlakukan kebijakan yang membolehkan anak-anak melakukan euthanasia. Sejak 2002 lalu, anak yang sudah berusia di atas 12 tahun diperbolehkan mengajukan tindakan medis untuk mengakhiri hidup dengan persetujuan dokter dan orang tua. Tercatat sejak 2002 ada 5 anak yang sudah melakukan prosedur mengakhiri hidup secara medis tersebut. (Margaretha Wenge)

 

One comment

  1. Karena
    terlalu maju manusia sampe bunuh orang juga demi kemanusian. Di zaman
    Yunani juga sdh ada, yg orang tua dianggap tdk laku dan di buang ke
    gunung. Juga di zaman Hitler, Ibrani, orang2 nomaden( Zingari) dari
    eropah timur dan orang2 tua dimusnahkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *