Oleh: Ludovicus Mardiyono
BRUSSELS, BELGIA — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai perayaan Lebaran yang digelar komunitas Flobamora Belux pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Acara yang berlangsung di kediaman Ibu Citra dan Bapak Milud di Brussels ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) di Belgia dan Luxemburg, tetapi juga momentum strategis untuk membahas peluang kerja sama antara kawasan Belux dan Indonesia, khususnya bagi kemajuan NTT.
Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Flobamora Belux, Bapak Jacobus Tipo, bersama warga NTT di Belgia dan keluarga mereka. Dalam suasana akrab, para peserta saling berbagi cerita, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkuat identitas budaya di tanah perantauan.
Menariknya, dalam kesempatan ini juga dilakukan pertemuan daring dengan Ansy Lema, tokoh NTT yang pernah menjadi anggota DPR RI dan saat ini menjabat sebagai juru bicara PDI Perjuangan.
Diskusi berlangsung santai namun berbobot, menyoroti berbagai potensi kolaborasi antara diaspora NTT di Eropa dengan pemangku kepentingan di Indonesia.
Dalam dialog tersebut, Jacobus Tipo memaparkan kiprah Flobamora Belux, baik yang telah dilakukan maupun rencana ke depan.
Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Flobamora Belux telah secara resmi diterima oleh Duta Besar RI untuk Belux dan turut berpartisipasi dalam perayaan HUT RI.
Tahun ini, komunitas tersebut kembali merencanakan penampilan tarian khas Flobamora dalam perayaan HUT RI serta dalam Festival Internasional tahunan di kota Nivelles, Belgia.
Sementara itu, Ludovicus Mardiyono selaku penasihat Flobamora Belux menyampaikan harapan agar terbangun kerja sama konkret untuk memperkenalkan budaya dan produk-produk unggulan NTT ke pasar Belgia dan Eropa.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi berkelanjutan antara diaspora dan tokoh-tokoh di tanah air.
“Kami berharap ada hubungan yang terus terjalin. Jika tokoh atau warga NTT berkunjung ke Belgia atau Eropa, kami terbuka untuk berkolaborasi. Sebaliknya, jika kami pulang ke Indonesia, kami juga ingin terhubung dengan para tokoh di NTT,” ujarnya.
Dalam tanggapannya, Ansy Lema mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada warga Flobamora di Belux yang tetap peduli dan memikirkan kemajuan NTT dari perantauan. Ia menyambut baik inisiatif Flobamora Belux dan menyatakan akan berupaya mendorong terbangunnya kerja sama yang baik ke depan.
Namun demikian, Ansy juga mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah NTT saat ini sedang tidak baik.
Ia menyinggung kabar terbaru mengenai sekitar 9.000 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang terancam dirumahkan karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Meski menghadapi tantangan tersebut, Ansy menilai silaturahmi ini sebagai langkah positif dan titik awal yang baik untuk membangun sinergi ke depan.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Nitha Müller-Soplanit, tokoh Flobamora yang berdomisili di Swiss. Ia mendorong agar pemerintah daerah NTT dapat memberikan dukungan nyata kepada komunitas diaspora, khususnya dalam upaya promosi budaya dan produk lokal di Eropa.
Selain diskusi, acara silaturahmi ini turut dimeriahkan dengan sajian kuliner khas Indonesia dan NTT, seperti rendang, ikan bakar, sambal khas NTT (lawar), serta aneka rujak buah. Suasana semakin hidup dengan kegiatan latihan menari sebagai persiapan penampilan budaya dalam berbagai agenda internasional tahun ini.
Kebersamaan yang terjalin mencerminkan semangat persaudaraan “basodara” yang tetap kuat meski berada jauh dari tanah asal. Seluruh peserta tampak antusias dan penuh sukacita mengikuti rangkaian kegiatan.
Flobamora Belux juga mengajak seluruh warga NTT di kawasan Belgia dan Luxemburg yang belum bergabung untuk menjadi bagian dari komunitas ini. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi pengurus Flobamora Belux.
Dengan semangat kebersamaan dan visi kolaboratif, Flobamora Belux optimistis dapat menjadi jembatan yang menghubungkan potensi NTT dengan peluang global di Eropa.+++
