suluhnusa.com_Menjelang nataru-Natal dan Tahun Baru, tingkat kewaspadaan setiap individu harus tetap hidup. Sebab, sesungguhnya sel-sel teroris itu masih tetap hidup. Bukti, dalam bulan desember Denpasar digemparkan dengan isu teroris masuk Bali melalui Ubung.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta warga masyarakat tetap waspada, tetapi tidak sampai ketakutan secara berlebihan dalam menanggapi isu-isu terorisme menjelang perayaan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014.
“Seluruh aparat dan masyarakat saya harapkan benar-benar waspada karena sel-selnya teroris masih hidup, tetapi kita tidak boleh juga takut berlebihan atau paranoid terhadap hal-hal seperti itu,” katanya usai menjadi inspektur upacara pada gelar pasukan Operasi Lilin Agung 2013 di Denpasar, 21 Desember 2013.
Pastika sependapat dengan salah satu isi sambutan dari Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman terkait masih adanya sel terorisme yang aktif di Indonesia. Menurut Gubernur, yang diperlukan untuk menghadapi kondisi itu adalah dengan kewaspadaan semua pihak.
“Untuk perencanaan pengamanan saya lihat sudah baik, petugas keamanan, masyarakat dan tokoh masyarakat, saya kira semua sudah waspada,” ujarnya. Mantan Kapolda Bali dan NTT itu pun berpandangan dari sisi perencanaan pengamanan akhir tahun di Pulau Dewata tidak ada masalah karena sudah rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Bahkan perencanaan, penganggaran, personel, sampai jumlah personel yang terlibat itu sudah dikendalikan dari pusat,” katanya. Pastika juga mengharapkan kerja sama dari kalangan desa pakraman (desa adat) seperti bendesa (pemimpin desa adat), kelihan (kepala dusun) hingga pecalang (petugas pengamanan adat) karena mereka dinilai yang mengetahui persis apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
“Mari menjaga situasi dengan sebaik-baiknya supaya pelaksanaan ibadah berjalan dengan lancar, aman, dan khidmat. Semua umat beragama juga harus turut menjaga situasi sehingga bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Termasuk untuk penggunaan petasan, ia menginginkan supaya dibatasi. Ia berharap dengan semangat Natal dan Tahun Baru ini kehidupan di Bali bisa lebih baik, lebih rukun, lebih harmonis dan maju.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalu mengatakan pihaknya akan mengerahkan 12.260 personel kepolisian untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2014 di Pulau Dewata.
“Kami maksimalkan seluruh personel sebanyak 12.260 orang semuanya dilibatkan. Tidak ada cuti kecuali ada yang sakit,” ucapnya.
Menurut dia, seluruh personel Polda Bali itu akan bersinergi dengan pasukan TNI untuk melakukan pengamanan di sejumlah pintu masuk termasuk jalur-jalur tikus yang ditengarai bisa menjadi jalur masuknya teroris.
Kepolisian Daerah (Polda) Bali sudah siap mengamankan Natal dan tahun baru yang sebentar lagi tiba. Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalu mengaku jajarannya siap mengamankan hari raya umat Kristiani dan pergantian tahun.
Sedikitnya, Polda Bali mengerahkan 12.260 personel untuk mengamankan Natal dan tahun baru. Bahkan, saking tak ingin kecolongan dim omen penting tersebut, Benny tak memberikan cuti kepada jajaran anak buahnya.
“Kami maksimalkan seluruh personel. Kami mengantisipasi dengan seksama. Kami tidak memberikan cuti kepada personel, kecuali mereka yang memang sakit,” kata Kapolda usai menghadiri gelar pasukan Operasi Lilin Agung 2013 di Denpasar.
Selain mengerahkan kekuatan penuh, Benny juga menjelaskan jika institusinya bekerjasama dengan Kodam IX Udayana untuk menjaga situasi kondusif Pulau Bali. Tak hanya itu, Polda Bali juga menjalin kerja sama dengan masyarakat untuk menciptakan situasi damai dan aman.
Penjagaan ketat akan diberlakukan di semua pintu masuk Bali baik darat, laut dan udara.
Penjagaan ketat itu utamanya untuk mencegah pihak-pihak yang ingin membuat keruh keamanan Bali. Pengamanan ketat itu juga untuk mengantisipasi masuknya teroris yang belakangan ini tertangkap di sejumlah daerah.
Sedangkan pengawasan di beberapa perairan termasuk di puluhan pintu masuk tidak resmi untuk mengantisipasi aksi terorisme menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. “Kami awasi pintu-pintu masuk termasuk jalur tikus (tidak resmi) untuk mengantisipasi masuknya teroris,” kata Direktur Polisi Perairan Polda Bali, Komisaris Besar Tubuh Musyaref di Denpasar.
Menurut dia, di Pulau Dewata terdapat 67 jalur tikus atau jalur masuk tak resmi yang dikhawatirkan disusupi teroris atau orang yangingin mengacaukan keamanan di Bali.
Sebagian besar, jalur tikus tersebut berada di Kabupaten Buleleng, Karangasem, dan Jembrana yang berbatasan dengan provinsi lain.
“Paling rawan itu di Buleleng dan Jembrana karena ‘dekat’ dengan Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan,” ucapnya. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya akan meningkatkan patroli laut termasuk di jalur-jalur tersebut.
Polisi juga memberdayakan masyarakat sekitar termasuk nelayan untuk ikut menjaga keamanan pesisir. “Kami kerahkan melalui pengamanan swakarsa masyarakat termasuk nelayan binaan Pol Air,” katanya.
Selain itu Mabes Polri juga turut membantu Polda Bali dengan mengerahkan kapal tipe A 7008 KRI Gatot Kaca yang siaga di Pelabuhan Benoa, Denpasar. “Kapal itu sewaktu-waktu siap dikerahkan dalam situasi darurat,” ujar Tubuh.
Di Badung pengamanan Nataru dibantu pecalang
“Dalam pengamanan kali ini kami juga dibantu pecalang, Satpol PP, Polresta Denpasar, dan TNI sehingga seluruh kawasan Kabupaten Badung bisa terpantau sepenuhnya,” kata Kepala Sub-Bagian Humas Polres Badung Ajun Komisaris I Made Dina di Mangupura sehari sebelum digelarnya Operasi Lilin Agung 2013.
Namun pihaknya tidak merinci jumlah personel keseluruhan pengamanaN di Kabupaten Badung.
Dalam kesempatan itu, pihaknya berharap para pecalang mampu meredam segala bentuk gangguan keamanan yang terjadi kapan saja.
“Terutama saat pergantian tahun, saat itu para petugas diuji kesabarannya karena banyak sekali para wisatawan mancanegara dan domestik yang berlibur tanpa mengetahui kondisi tempat tersebut,” ujarnya.
Dengan demikian, dia berharap kepada para petugas bisa memberikan arahan dan bimbingan kepada para wisatawan dan masyarakat lokal dengan cara santun sehingga tidak menyinggungnya ataupun menimbulkan adanya pertengkaran. Pihaknya menargetkan pada malam pergantian tahun itu tidak ada tindak kriminal ataupun kejahatan lainnya di daerah pariwisata tersebut.
Sementara itu, di Kecamatan Kuta para pecalang (satuan petugas keamanan tradisional) dan tokoh desa adat setempat mendapat bimbingan langsung dari Polda bali dengan harapan pengamanan di daerah pariwisata itu bisa berjalan sesuai rencana.
“Di Kuta akan menjadi tujuan para wisatawan untuk menyambut Natal dan tahun baru sehingga kapasitas daerah itu sangat padat dan perlu pengamanan khusus,” katanya.
Di alor, polisi turun sampai ke desa

Dan Kapolsek Kecamatan Alor Barat Daya, Silu Mansari saat di temuisuluhnusa.com 16 Desember 2013 , di ruanga kerjanya terkait dalam proses pengaman menjelang natal dan baru menjelaskan jauh sebelum Natal dan Tahun Baru pihaknya sudah sudah menyiapkan anggota kepolisian kecamatan abad, kelurahan moru yang berjumlah 10 anggota polisi untuk menjalankan tugas pengamanan.
Pengamanan ini dilakukan untuk 26 desa dan 1 kelurahan, untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama perayaan natal dan tahun baru.
Selain itu, personil kepolisian juga ditempatkan di beberapa gereja saat perayaan natal dan tahun baru berlangsung. (sandro wangak/iwan kamelang)
