Karena Menjadi PNS, Usaha Nggan Untuk Sukses

suluhnusa.com_Sepintas bersua dengan wanita 55 tahun ini gaya bicaranya tegas namun terkesan penuh bersahabat itulah sosok Regina Ngguwa Ora Dando atau akrab dengan sapaan Ina Dando.

Disuatu siang di ruang kerjanya Hotel Romyta Kupang Istri dari Martinus Ora Adja itu bersedia diwancarai suluhnusa.com. Hampir satu jam ibu enam orang anak itu tidak segan melayani tamunya itu sekedar menanyakan ikwal kesuksesannya menggeluti bisnis Katering hingga usaha Hotel sampai maju pesat saat ini.

Mama Ina demikian sapaan keluarganya kepada suluhnusa.com ini mengatakan, 2005 lalu dirinya memutuskan untuk pensiun dini sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat pensiun Ina menduduki jabatan sebagai Kepala Seksi Urusan Agama Katolik pada Kantor Wilayah Agama NTT.

Keputusan itu terpaksa dibuatnya karena Ina yakin benar kalau menjadi PNS tanpa usaha sampingan kebutuhan keluarganya yang beragam saat itu apabila dibandingkan dengan gaji sebagai PNS, tidak akan mencukupi kebutuhan keluarga.

Lalu mengapa tidak terus berbisnis disamping sebagai PNS aktif? Ina menjawab dengan pensiun dini dirinya bisa lebih konsentrasi dengan usahanya.

“Saya pilih pensiun dini sebagai PNS supaya bisa lebih konsentrasi karena kalau menjadi PNS aktif sambil buka usaha sampingan pekerjaan yang digeluti tidak akan efektif berjalan,” tandasnya.

Lalu bagaimana awal memulai awal usaha? Bagi dirinya bisnis katering dan usaha hotel bukan hal baru, sebab sejak masih remaja dulu kedua orang tuanya telah melibatkan Ina dalam menjalankan usaha Hotel Cahaya Bapa Kupang.

Hanya saja yang menjadi kendala kala itu di tahun 2005 bersama suaminya memulai dengan modal seadanya sehingga usaha katering cukup baik, hanya saja pemasukan kecil karena modal tidak mendukung.

Kemudian disuatu hari Ina terlibat diskusi serius dengan sang suami Martinus Ora Adja seputar bagaimana meningkatkan usahanya.

Karena keduanya saat itu telah masuk menjadi anggota aktif pada salah satu Koperasi Kredit di Kota Kupang, akhirnya suami istri itu sepakat mengajukan permohonan pinjaman yang nantinya digunakan untuk membangun usaha.

Alhasil niat itupun disambut baik pengurus koperasi dimaksud hanya dalam waktu singkat Ina bersama suami mendapat pinjaman masing-masing Rp500 juta. Dana tersebut kemudian digunakan merintis hotel Romyta hingga berkembang sampai saat ini.

Mengapa mesti bermitera dengan Koperasi bukan lembaga keuangan lain yang ada di Kota Kupang? Ina mengatakan, bermitra dengan koperasi dan masuk sebagai anggota manfaatnya cukup besar.

Selain proses mendapatkan pinjaman mudah dan cepat juga mensejahterakan anggotanya. Karena bunga pinjaman yang dipinjam juga sebagian saham untuk seluruh anggota termasuk peminjam.

“Masuk menjadi anggota koperasi itu manfaatnya besar karena ketika kita membutuhkan uang prosesnya cepat dan tidak rumit dibanding lembaga keuangan lain yang ada,” jelas Ina.

Hal ini dibuktikan sendiri oleh Ina Dando yang hingga saat ini masih terus melakukan pinjaman dengan sejumlah koperasi kredit di Kota Kupang untuk kepentingan peningkatan usaha hotel yang digelutinya saat ini.

Salah satu manfaat masuk menjadi anggota Koperasi yakni, meningkatkan penghasilan anggota. Karena koperasi merupakan, badan usaha yang beranggotakan orang maupun badan hukum dan berlandaskan pada asas kekeluargaan dan juga demokrasi di bidang ekonomi.

Koperasi memiliki banyak manfaat untuk para anggotanya. Banyak jenis koperasi yang ada di Indonesia. Berdasarkan jenis usahanya koperasi dibagi menjadi koperasi produksi, koperasi konsumsi, koperasi simpan pinjam dan koperasi serba usaha.

Dengan mengikuti koperasi diharapkan koperasi bisa meningkatkan penghasilan anggotanya. Anggota bisa meningkatkan penghasilan melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh koperasi.(Goris Takene)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *