Limbah Batang Pisang Menjadi Uang

suluhnusa.com_Kelompok Edelweys, di Kelurahan Moru, Kabupaten Alor memiliki kreatifitras sendiri. Mereka mengelolah Limbah Batang Pisang menjadi beberapa benda yang dapat menghasulkan uang.

Kepada suluhnusa.com, 12 Juli 2015 Denisoni Bangal, Ketua kelomok Edelweys mengatakan terbentuknya kelompok pengrajin seperti ini didasarai pikiran memadai dan kreatif pemuda pemudi asal kelurahan Moru sendiri. Kegiatan ini bermanfaat untuk menghindari dan mengurangi hal-hal negatif bagi generasi muda yang punya bakat mendesain dan berkreatif melalui bahan-bahan limbah untuk dijual.

“Kemampuan generasi muda berbakat dan kreatif di wilayah kelurahan Moru hingga kini belum semuanya dilatih. Kini kelompok pengrajin Edelweys telah melahirkan berbagai macam kreatif bentu kerajinan yang telah dibuat dari bahan limbah alami yakni Serat limbah Batang Pisang, Kembah Bambu, Rotan Hutan. Kegiatan ini telah membenatu dalam perekonomian pengrajin edelweys,” ungkap Bangsal.

Dikatakan Bangal, saat ini kelompok pengrajin Edelwey, telah mendapatkan berbagai bantuan Peralatan Industri yang dibutuhkan dalam pekerjaan pengrajin ini dari Pemerintah Daerah Kabupaten Alor melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Alor (Dinsosnaketrans) dengan dana sebesar Seratus Juta Rupiah berupa bentuk barang sesuai dengan apa yang telah tercantum pada permintaan proposal itu yakni 20 unit Mesin Jahit, 20 Unit Mesin Pintal, 20 Unit Mesin Penglubang/Bor, semuanya ini guna memperlacar kegiatan kerja kelompok pengrajin edelweys.

Kelompok Edelweys memiliki Kelompok lima kelompok yakni pengrajin Penjahit, Tenun, Kelompok Anyam, Kelompok Pengrajin, Kelompok Pintal, dan menghasilkan Topi, Tas,Sendal,Tempat Siri Pinang, Tirai, Kursi Bambu.

Dia berharapa peralatan lain yang sangat dibutuhkan terkait pekerjaan pengrajin tapi belum diberikan seperti Mesin Pintal, Benang Tenun dan Alat Lem Bakar agar bisa dibantui secepatnya karena saat ini kelompok pengrajin Edelweys telah mempersiapkan berbagai program kerja kerajinan yang akan dipersiapkan mengikuti Ekspo 2015 Kabupaten Alor di Kalabahi.

Hasil kreatif masyarakat Moru ini dijual ke Pulau Batam, Kefamenanu, Soe dan beberapa kota di Flores seperti Lembata dan Ende juga Labuan Bajo. (iwan kamaleng)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *