KALABAHI – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), DR. Drs. Irjen (Purn) Johny Asadoma menyoroti serius kondisi keamanan di Kabupaten Alor yang dinilai masih rawan konflik sosial dan berpotensi menghambat perkembangan sektor pariwisata.
Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerjanya di Alor, usai meninjau sejumlah wilayah mulai dari Pulau Pantar hingga daratan Alor, tepatnya di SMA Katolik Santu Yoseph Kalabahi menjadi tempat Gebyar Hardiknas 2026 Alor, pada Selasa, 28 April 2026.
Potensi pariwisata Alor sebenarnya sangat besar dan mulai menarik perhatian wisatawan
Namun, situasi keamanan yang belum stabil menjadi ancaman nyata.
“Pariwisata Alor ini sudah mulai menjadi primadona. Tapi kalau setiap hari ada konflik, perang kampung, orang jadi takut datang,” uangkap Wakil Gubernur NTT didamping Wakil Bupati Alor Rocki Winaryo, S.H., dan Anggota DPRD Soleman Boli Gorangmau, ST.
Jhony Asadoma menilai, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada wisatawan luar, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman di tengah masyarakat lokal.
Sebagai perbandingan, ia menyinggung keberhasilan daerah wisata di Bali, khususnya Kabupaten Badung, yang mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp7,5 triliun per tahun.
“Kenapa mereka bisa maju? Karena keamanan dijaga dengan baik. Masyarakatnya disiplin,” ujarnya.
Asadoma menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga stabilitas daerah, mulai dari tokoh agama, orang tua, hingga aparat desa.
“Kalau tidak ada kesadaran bersama, maka pariwisata tidak akan berkembang,” tambahnya.
Untuk memperkuat keamanan, pemerintah juga merencanakan penambahan personel Brimob di Alor, termasuk pembangunan fasilitas pendukung, dengan catatan adanya dukungan lahan dari pemerintah daerah.
Ia mengingatkan bahwa keamanan merupakan fondasi utama pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.+++
j.k
