Kesehatan, Picu Tingginya Inflasi Bali

suluhnusa.com_Bali mengalami lonjakan Inflasi yang cukup tinggi di bulan Maret yaitu sebesar 0,29 persen dibanding nasional yang hanya 0,08 persen.

Sementara inflasi di kota Denpasar di bulan Maret berada di kisaran 0,32 % dan kota kedua yang mengalami inflasi cukup tinggi yaitu di Singaraja capai 0,17 %. 

Komoditas yang mendorong inflasi di Denpasar yaitu cabai rawit 0,15 % kedua angkutan udara sebesar 0,09 %. Sementara andil komoditas yang mendorong inflasi di Singaraja yakni beras sebesar 0,26 % kedua cabai rawit sebesar 0,21 %.

Inflasi kumulatif Bali bulan Januari hingga Maret sebesar 1,86 %. Sementara inflasi kumulatif di Denpasar sebesar 1, 96%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panusunan Siregar dalam berita resmi statistiknya mengatakan jika inflasi di Bali untuk dua bulan pertama di tahun 2014 sudah cukup tinggi.

“Bahkan cenderung melambung, karenanya inflasi Bali harus dikawal agar jumlah penduduk miskin tidak bertambah,” jelas Siregar, Senin, 1 April 2013

Faktor pemicu utama  inflasi Bali yaitu  kesehatan dan kedua bahan makanan. Ekspor Bali mengalami penurunan sementara nilai impor Bali tinggi. Bali banyak mengimpor barang ke negara China dengan nilai impor sebesar 78,51%.

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke pulau Dewata di bulan Februari sebesar 275.795 orang. Jika dibandingkan bulan Maret untuk wisman ini cenderung menurun sebesar 1,24 %dari 275.795 orang ke 279.257 orang.

Tingkat hunian kamar hotel berbintang di bulan Februari ke Maret naik sebesar 1,37poin atau dari 57,76 % naik jadi 59,13 %. Dengan rata-rata lama menginap tamu di hotel dari bulan Februari sebesar 3,52 hari turun di bulan Maret jadi 2,89 hari atau turun sebesar 0,63 hari. Demikian data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bai.(kresia)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *