Ketika Orang Jawa menjadi Mahal di Flores

suluhnusa.com_ Kualifikasi Pendidikan, kami tidak memiliki lebih. Kami hanya memiliki ketrampilan sebagai modal dasar dalam mencari pekerjaan.

Itulah ungkapan Syaiful seorang tenaga kerja dengan keahlian membuat Profil Tiang teras, keahlian memasang keramik dan keramik, juga keahlian membuat Plafon Rumah.

Pria asal Mojokerto Jawa Timur ini kepada suluhnusa.com menceritrakan sudah hampir lima (5) tahun ini ia menawarkan jasa membuat Profil Tiang teras, memasang keramik dan keramik, juga keahlian membuat Plafon Rumah di wilayah Flores-NTT.

“Saya pertama kali datang di Flores tepatnya di Maumere Ibukota Kabupaten Sikka, bersama dengan beberapa teman lain. Jasa kami Banyak digunakan dalam pengerjaan Rumah dan bangunan Pemerintahan. Selain di Maumere, Kami juga pernah bekerja di kabupaten Lembata,” ungkapnya.

Saat ditanya sudah berapa lama menetap dan bekerja di Larantuka, Sayful menceritakan bahwa dirinya dengan beberapa teman kurang lebih baru setengah tanun di Larantuka. Di Larantuka, kami menyewa rumah kontrakan diKelurahan Pohon Bao.

Syaiful bersama rekan-rekannya meninggalkan istri anak di Mojokerto dan merantau ke Flores sebagai tukang keramik.

Di Larantuka Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, untuk sekian jenis bisnis dan usaha dagang, serta ketersediaan jasa finising rumah dan bangunan lainnya, hampir didominasi oleh orang jawa. Hal ini didukung oleh ketrampilan lebih yang dimiliki oleh orang Jawa.

Walau ada warga pribumi yang memiliki keahlian finishing rumah dan bangunan, tetapi hanya sebagian kecilnya. Warga Pribumi lebih pada penawaran jasa pengerjaan rumah dan bangunan yang pada sebatas menyelesaikan bangunan. Sementara finising seperti Pembuatan Profil Tiang Teras, Pemasanag Keramik, Pengejatan akhir, pemasanag Plafon, dan juga Pembuatan Pagar Rumah lebih didominasi oleh Orang Jawa.

Pembayaran harga atas jasa pembuatan Profil tiang teras dan pengerjaan Finising lain cukup terbilang mahal. Dan ini untung bagi yang memiliki keahlian tersebut. Menurut Sayful yang ditemui di salah satu rumah di Larantuka saat sementara bekerja mengatakan bahwa untuk Biaya memang bervariasi dilihat dari diameter Tiang teras, bahan apa yang digunakan dan juga kesepakatan lain yang terbangun antara kami dengan pemilik rumah yang kami kerjakan.

“Untuk rumah yang sementara saya kerjakan sekarang ada dua pekerjaan yaitu Pemasangan keramik dan pembuatan Profil Tiang Teras. Untuk pemasangan keramik satu dos saya dibayar Rp.70.000, sementara untuk Profil tiang teras saya dibayar pertiang teras Rp.1.250.000 (Satu Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu),” kisah Syaiful.

Agustinus Lima Doro, ST salah satu warga di Kelurahan Sarotari Tengah Larantuka yang pemasangan keramik dan Profil teras rumahnya di kerjakan oleh Sayful, mengaku sangat puas karena pekerjaannya sangat teliti dan hasil pekerjaannya berkualitas.

“Saya sendiri adalah salah satu konsultan Pengawas di Kabupaten Flores Timur, dan jujur bahwa saya secara pribadi cukup berkesan dengan keahlian dalam hal finising rumah yang dimiliki oleh orang –orang jawa. Dan satu hal yang baik dari mereka adalah mereka cukup bertangungjawab atas pekerjaan mereka. Pekerjaan dapat mereka selesaikan tepat pada waktunya,” ungkap Agus. (maksimus masan kian)

One comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *