suluhnusa.com – Perayaan Hari Nusantara di Lembata, 13 Desember 2016 digelar meriah dan sukses. Walau diguyur hujan dan tidak dihadiri oleh RI 1, Joko Widodo.
Saat semua masyarakat Lembata sedang bahagia dan tersenyum sumrigah, ada informasi bahwa salah seorang warga Lembata, karena asyik bermain dalam kapal. Lalu lupa turun. Dia terbawa KRI Surabaya yang lepas labuh dari Pelabuhan Lewoleba menuju Kupang.
KRI Surabaya (591) yang datang ke Lembata bersama puluhan KRI lainnya untuk menyukseskan Harnus2016Lembata, merupakan kapal perang yang dibuat di Korea Selatan jenis Landing Platform Dock (LPD) tahun 2008 dan merupakan tipe kedua dari Makassar Class. Mempunyai panjang 122 meter dan lebar 22 meter, kapal perang tersebut berbobot 7.800 ton serta dapat mengangkut 618 tentara.
Untuk persenjataan, kapal itu dibekali dengan satu buah meriam Boffors 44 mm ditambah dengan 4 meriam Oerlikon 22 mm, satu Rudal Mistral Simbad serta dua pucuk senjata anti serangan udara.
Meski dapat menampung 15 truk, 22 tank dan tiga helikopter jenis Mi-2/Bell serta dua unit Landing Craft Utility (LCU), kapal perang itu dapat berjalan hingga 17 knot.
Nah, Warga Lembata yang lupa turun dari KRI Surabaya (591) ini bernama Agustinus Dominikus Ola. Informasi yang didapat suluhnusa.com, Dominikus Ola tercatat sebagai salah seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lembata.
Dominikus Ola berdasarkan informasi yang beredar diketahui masih berada dalam kapal ketika prajurit TNI AL melakukan pengecekan nama sesuai daftar penumpang dan tujuan akhir. Ternyata ditemukan salah satu penumpang yang tidak terdaftar.
KRI Surabaya, (591) lepas labuh dari Pelabuhan Lewoleba, menuju Kupang yang bersama rombongan Wakasal TNI AL, Laksamana Muda TNI Arie Henrycus Sembiring, dan selanjutnya Wakasal melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan pesawat.
Memang kehadiran puluhan KRI ini menyedot perhatian warga Lembata selama kegiatan Hari Nusantara. Kapal perang yang berlabuh Pelabuhan Lewoleba selain KRI Dewa Ruci juga KRI Makasar dan KRI Surabaya secara bergantian. Selasa, 13 Desember 2016, KRI Surabaya berlabuh di Pelabuhan untuk mendukung kesuksesan Hari Nusantara.
Warga dan pengunjung Harnus2016 diizinkan masuk dan melihat lihat ke dalam KRI sekedar untuk jalan jalan atau berwisata. Termasuk Dominikus Ola ini.
Pantauan suluhnusa.com, KRI Surabaya, Dewa Ruci dan Makasar adalah tiga KRI yang menjadi tempat wisata para pengunjung Harnus.
Dan sudah menjadi Protap KRI bahwa kunjungan dibuka sejak Pkl. 08.00 sampai 12.00 dan dibuka kembali 15.00 sampai 17.30 witeng.
Pemimpin redaksi suluhnusa.com sempat masuk dan mendapatkan beberapa informasi soal KRI yang pernah ditugaskan ke Perairan Filipina untuk menjemput tiga orang Flores Timur yang disandera Abu Sayaf ini memiliki fasilitas yang sungguh memadai.
Selain sarana navigasi dan elektronik, penumpang kapal cukup dimanjakan dengan berbagai fasilitas. Sebut saja misalnya, untuk mandi terdapat shower dengan air hangat yang terus mengalir.
Dan ini juga berlaku di kamar mandi prajurit. Sementara lounge perwiranya lebih mirip ballroom di hotel-hotel. kamar vip-nya, meski tidak terlampau mewah, tapi cukup nyaman. Mungkin inilah yang membuat Agustinus Dominikus Ola lupa turun dari KRI Surabaya. (sandrowangak)
