Niatnya Membantu, Siapa Sangka Akan Celaka

suluhnusa.com_Awalnya didesak warga. Lalu berniat membantu. Sayangnya, membawa duka. Nasib naas pun menimpah Thomas Raya Geroda.

Dia seorang anggota polisi. Bertugas sebagai, Kapospol Wotan Ulumando. Dia yang menjadi sopir saat kendaraan naas Dump Truck tersebut gogor dan jatuh ke jurang.

Hari naas itu, 20 Thomas Raya Geroda yang Bripka Agustus 2015, ada pertandingan sepak bola di Lewotala Bilal. Warga Baniona yang ingin menonton mendatangi Thomas dan meminta untuk mengantar mereka. Thomas yang sedang duduk dengan anaknya tidak bisa menolak warga yang datang meminta bantuan.d

“Dia tidak bisa menolak. Karena sebagai Kapospol Wotan Ulumando, Warga Baniona adalah warga binaan dia. Dia memenuhi permintaan warga. Dia memang sudah sering membawa mobil. Bukan baru latihan atau tidak mahir mengemudi. Buktinya, warga meminta Thomas karena mereka tau Thomas bisa mengemudikan mobilnya,” ungkap Iptu Erna Sari Romakia, Kasubag Humas Polres Flores Timur, kepada suluhnusa.com, melalui telepon seluler, Jumad, 21 Agustus 2015.

Permintaan warga ini, dikabulkan oleh Thomas. Dengan menggunakan mobil dum truck milik mertuanya, Thomas pun mengantar warga Baniona, yang berjumlah 33 orang.

Tidak ada tanda tanda bahwa akan terjadi kecelakaan, tetapi celaka datang siapa yang bisa menyangka. Mobil dump truck itu, tidak mampu mendaki. mesin mati. Lalu gogor dan jatuh ke dalam jurang.

Empat orang penumpang meninggal ditempat. Mereka adalah, Aloysius Kopong, Rofina Ulan Koten, Yohanes Lewokoling dan Omi Kayan. Sementara satu lagi korban meninggal di Puskesmas yakni Syarif Laga.

Romakia membantah sekaligus menjelaskan, Thomas Raya Geroda bukan baru latihan mengemudi atau belum mahir membawa mobil. Dia sering mengemudikan ambulance puskemas Baniona bila ada warga yang sakit dan sopir ambulance berhalangan.
“Ini murni kecelakaan. Siapa yang menduga kecelakaan itu akan terjadi. Celaka datang tiba tiba. Tanpa diduga. Toh, awalnkya Thomas hanya berniat membantu warga yang datang meminta dirinya untuk mengantar mereka menonton pertandingan sepak bola,” ungkap Romakia.

Romakia menambahkan, mobil dump truck milik mertuanya Thomas itu, bahan bakarnya solar, sehingga ketika mesin mati maka rem tidak bisa berfungsi. Akibatya mobil itu gogor dan jatuh ke jurang.

Saat kecelakaan terjadi, demikian Romakia, Kapolres Flores Timur bersama Kasatlantas, AKP Apriansyah Sinatra, langsung ke TKP dan melakukan olah TKP oleh unit laka.

Bahkan saat lima korban ini dikuburkan, 21 Agustus 2015, di Desa Baniona, Kapolres dan Bupati Flotim pun ikut memberikan dukungan moril dan bantuan dukacita kepada keluarga korban.

Selain itu ada Empat korban luka berat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Larantuka dan sementara korban yang mengalami luka ringan masih mendapat perawatan intensif di Puskesmas Waiwerang, termasuk Thomas Raya Goran.(sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *