KALABAHI — Budhi Artha FC memastikan tiket ke partai final Open Turnamen Budi Artha Mandiri Cup 2026 setelah menyingkirkan ATL United melalui drama adu penalti dengan skor 5-4 di Stadion Batunirwala, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Pertandingan semifinal berlangsung ketat. Kedua tim sama-sama tampil agresif sejak menit awal, tetapi tak satu pun mampu memecah kebuntuan hingga waktu normal berakhir.
Skor 0-0 bertahan hingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan dua kali 10 menit. Namun, tambahan waktu juga belum mampu mengubah keadaan.
Budhi Artha FC beberapa kali mencoba membangun serangan melalui sektor sayap. Akan tetapi, pertahanan ATL United tampil disiplin dan mampu meredam sejumlah upaya tim tuan rumah.
ATL United juga bukan tanpa peluang. Serangan balik yang dibangun beberapa kali merepotkan pertahanan Budhi Artha FC. Beruntung, penjaga gawang Budhi Artha tampil gemilang dan melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Wasit Ali Duru akhirnya meniup peluit panjang setelah 20 menit tambahan waktu selesai. Skor tetap 0-0 dan pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Drama sesungguhnya baru terjadi dari titik putih, selanjutnya ATL United membuka eksekusi melalui Patris yang sukses mencetak gol. Budhi Artha kemudian gagal melalui Andre Pering.
Gabriel Lopes menjadi eksekutor kedua ATL United, tetapi gagal. Budhi Artha membalas melalui Ano yang sukses menjalankan tugasnya. Barce kemudian membawa ATL United kembali unggul, sebelum Esten menyamakan kedudukan. Arnoldus menjadi eksekutor berikutnya untuk ATL United, tetapi tendangannya berhasil ditepis kiper Budhi Artha.
Rikardi Kinanggi kemudian membawa Budhi Artha berbalik unggul. Namun, Marif Maitia sukses menyamakan skor menjadi 3-3.
Drama berlanjut. Alwi Djawa gagal menambah angka untuk Budhi Artha, sedangkan Antonio Pinto sukses membuat ATL United kembali unggul 4-3. Tekanan semakin besar ketika Denis Making maju sebagai eksekutor Budhi Artha. Ia berhasil menjalankan tugasnya dan membuat skor kembali imbang 4-4.
ATL United memiliki kesempatan untuk mengunci kemenangan melalui Samuel Naggula. Namun, eksekusinya gagal. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Budhi Artha FC. Jefry maju sebagai penendang terakhir dan dengan tenang menuntaskan eksekusinya.
Gol! Budhi Artha menang 5-4. Stadion Batunirwala pun langsung bergemuruh. Para pendukung tuan rumah merayakan kemenangan yang sekaligus mengantar Budhi Artha FC ke partai puncak.
Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa laga semifinal tidak hanya ditentukan oleh permainan terbuka selama 90 menit, tetapi juga mental dan ketenangan pemain ketika pertandingan harus ditentukan dari titik putih.
Satu tiket final lainnya akan diperebutkan Gaza Moru FC dan Mola FC. Kedua tim dijadwalkan bertemu pada Minggu (23/8/2026) pukul 15.00 WITA di Stadion Batunirwala.
Pertandingan tersebut akan menentukan siapa yang menjadi lawan Budhi Artha FC di partai final Open Turnamen Budi Artha Mandiri Cup 2026.
Setelah seluruh rangkaian turnamen di Alor rampung, KSP Budi Artha Mandiri Alor juga dijadwalkan melanjutkan agenda ekspansi ke sejumlah wilayah di Pulau Timor, yakni Soe, Kefamenanu, Atambua, dan Malaka.
KSP Budi Artha Mandiri akan membuka kantor unit cabang di wilayah-wilayah tersebut dengan jadwal yang akan disesuaikan.
“Bersama Budi Artha Membangun Kemandirian NTT.”+++
j.k
