Pramuka Ajak Warga Lembata Bantu Korban Gempa Flores Sambil Bersih Bersih Pasar TPI

Update Gempa Susulan 5510 kali. Meski Lakanlena berkantor di Flores

LEWOLEBA – Gempa bumi yang melanda Flores NTT pada 15 Agustus 2026 menjadi keprihatinan bersama. Dalam situasi bencana, solidaritas dan kepedulian masyarakat menjadi kekuatan penting bagi mereka yang terdampak. Bantuan yang diberikan bukan hanya memiliki nilai materi, tetapi juga menjadi tanda persaudaraan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi penderitaan.

Aksi yang dilakukan Pramuka Lembata  menjadi wujud nyata solidaritas lintas kelompok dan daerah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk membangun kepedulian terhadap sesama serta bersama-sama meringankan beban mereka yang sedang membutuhkan pertolongan.

Aksi kemanusiaan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Ketika banyak orang memberikan sedikit dari apa yang dimiliki, terkumpul kekuatan besar untuk membantu mereka yang sedang mengalami musibah. Dan ajakan untuk bersama peduli korban Gempa Flores dilakukan oleh gabungan dari pramuka dewan kerja cabang kwarcab Lembata, Saka Bhayangkara Lembata, dan pramuka peduli kwarcab Lembata.

Ryan Pingge, koordinator lapangan aksi mengungkapkan  aksi solidaritas terhadap korban gempa Flores, Sabtu, 22 agustus 2026 ini didasari rasa kemanusian bagi warga yang sedang dilanda bencana di flores.

“Aksi kami juga tidak sekedar menggalang dana di jalan, tetapi di area pasar sambil kami melakukan bakti sosial(pembersihan sampah) di area-area tersebut. Dana dari hasil aksi kami hari ini berhasil terkumpul Rp.2.069.000”, ungkap Ryan kepada suluhnusa.com 22 Agustus 2026.

Menurutnya aksi ini akan terus kami lakukan sampai tercukup untuk bisa kami kirimkan.

“Saya berharap seluruh masyarakat kab. Lembata dapat berpartisipasi aktif dlam membantu kegiatan kami untuk kemanusian. Duka flores, adalah duka kami juga”, tegas Ryan.

Update Gempa Susulan

Sementara iru BMKG mengupdate infografis peta sebaran gempa bumi susulan gempa Flores M7.7 hingga tanggal 22 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB dengan total gempa bumi susulan: 5510.

Magnitudo terbesar: 6.2, Magnitudo terkecil: 1.1, Magnitudo di atas 5: 32, Gempa susulan dirasakan: 130

Dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu.


Gubernur NTT Melki Lakanlena mendampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka di lokasi gempa

Meski Berkantor di Flores

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena berkantor di Flores untuk memastikan penanganan dan pemulihan pascagempa berjalan hingga ke wilayah yang sempat terkendala akses listrik dan komunikasi. Di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Sabtu (22/8/2026), Gubernur membawa langsung bantuan ke tiga titik terdampak sekaligus memastikan kebutuhan warga terjangkau.

Dari Desa Ta’do, Bekek, hingga Lengkosambi Barat, Gubernur Melki menemui warga yang masih bertahan di pengungsian, berdialog dengan pemerintah desa, serta melihat langsung kondisi permukiman dan fasilitas umum terdampak gempa.

Bantuan yang dibawa antara lain beras, bahan kebutuhan pokok, bantal, dan selimut. Bantuan tersebut diberikan untuk menopang kebutuhan warga selama masa tanggap darurat, terutama mereka yang belum dapat kembali ke rumah.

Kunjungan itu menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi NTT memperkuat penanganan bencana dari lapangan. Bagi Gubernur Melki, penanganan gempa tidak cukup dilakukan melalui laporan dan koordinasi dari kantor pemerintahan. Kondisi warga dan kebutuhan di setiap wilayah harus dilihat secara langsung.

Di Desa Ta’do, warga masih diarahkan bertahan di lokasi pengungsian sampai kondisi dinyatakan aman untuk kembali ke rumah. Sementara di Bekek, Gubernur mengunjungi posko pengungsian yang didirikan aparat kepolisian di halaman Gereja St. Petrus.

Kondisi berbeda ditemui di Lengkosambi Barat. Sebagian warga memilih mengungsi ke wilayah pegunungan. Pada fase awal bencana, penanganan di wilayah tersebut menghadapi kendala setelah aliran listrik dan jaringan komunikasi terputus.

“Perhatian terhadap Riung sempat terputus karena sejak awal listrik dan sinyal juga putus. Tetapi kita sekarang berada dalam tahap tanggap darurat dan kita akan usahakan dengan berbagai cara agar kebutuhan masyarakat bisa kita penuhi,” kata Gubernur Melki.

Kebutuhan Dasar Mulai Terpenuhi

Dalam dialog dengan warga, kebutuhan makanan dan minuman relatif telah tersedia. Namun, kebutuhan lain masih menjadi persoalan, terutama tempat tidur, perlengkapan untuk beristirahat pada malam hari, serta layanan pengobatan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena masa tanggap darurat tidak hanya menyangkut distribusi bahan makanan. Warga yang kehilangan atau meninggalkan rumah juga membutuhkan tempat yang layak untuk beristirahat dan memperoleh pelayanan kesehatan. +++


Sandro.wangak/bonito


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *