MAUMERE – Tim dari lembaga layanan Psikologi Universitas Nusa Nipa bekerjasama dengan Yayasan Payung Perjuangan Humanis ( PAPHA) Indonesia, Yayasan FREN bisa, KALVARI , Taman Baca Masyarakat (TBM) Misir Tengah Maumere, menggelar kegiatan skrining bagi para pengungsi gempa di posko pengungsian Gelora Samador Maumere Kabupaten Sikka pada 21 Agustus 2026.
Kegiatan skrining yang melibatkan berbagai mitra terkait yang di fasilitasi oleh UPTD PPA Kabupaten Sikka ini bertujuan untuk mendeteksi dini dan mengidentifikasi secara cepat tingkat kecemasan, ketakutan atau gejala awal reaksi stres pascatrauma pada anak anak atas peristiwa gempa bumi yang melanda bumi Flores.
Kepada media ini, Sitti Anggraini, S.Psi., M.Psi., Psikolog Selaku Kepala Lembaga Layanan Psikologi Universitas Nusa Nipa.

Dosen, Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Nusa Nipa itu mengatakan bahwa kegiatan skrining yang telah kami laksanakan dari pagi hingga malam di Posko Pengungsian Gelora Samador Kabupaten Sikka berjalan dengan lancar dan sangat responsif.
“Pelaksanaan yang berlangsung sepanjang hari ini harus kami lakukan untuk memastikan anak-anak penyintas gempa bumi di Posko Gelora Samador terjangkau” ungkap Siti .
Siti menambahkan kerja kemitraan yang dilakukan ini untuk terus mendampingi dengan pendekatan yang hangat dan fleksibel, menyesuaikan dengan aktivitas serta waktu istirahat anak-anak dipengungsi.
“Tujuan skrining ini sebagai deteksi dini mengidentifikasi secara cepat tingkat kecemasan, ketakutan atau gejala awal reaksi stres pascatrauma pada anak pasca bencana” pungkasnya.
Hal senada disampaikan oleh Maria Nona Nancy, Dosen Psikologi dari Unipa Maumere menjelaskan bahwa secara teknis pihak dan tim memilah anak-anak yang hanya membutuhkan dukungan psikososial umum dan anak yang memerlukan penanganan klinis.
Selanjutnya sebagai pencegah trauma berkepanjangan yaitu meminimalkan resiko munculnya Post-Traumatic Stres Disorder sejak fase tanggap darurat awal.
Nancy menambahkan bahwa dari sisi psikososial anak adalah pertama, Pemulihan Rasa Aman: anak-anak dapat kembali merasa terlindungi dan tenang meskipun masih berada di lingkungan posko pengungsian Gelora Samador Maumere.
Kedua, Stabilitas Emosional dan Resiliensi: anak-anak mampu mengolah rasa takut serta beradaptasi kembali dengan kondisi pascabencana tanpa kehilangan keceriaan masa anak-anak mereka.
Ketiga, Dukungan Lingkungan yang Kondusif: terbangunnya pemahaman bagi orang tua dan para relawan di posko Gelora Samador Maumere untuk bersama-sama menciptakan ruang ramah anak yang mendukung proses pemulihan mental Bu secara berkelanjutan.
Di lain pihak, Emil Soge, perwakilan dari Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Indonesia di kesempatan yang sama mengatakan bahwa Kesehatan mental adalah kondisi sejahtera di mana individu mampu menyadari potensi diri mengatasi tekanan hidup, bekerja produktif dan berkontribusi pada lingkungan sekitar.

Masa anak-anak/remaja adalah masa yang penting dalam pembentukan generasi akan datang yang sehat, tangguh, dan produktif. Untuk mewujudkannya, menjaga kesehatan fisik saja tidak cukup.Kesehatan mental anak-anak/remaja sangat penting karena masa mereka ini adalah periode transisi dengan banyak perubahan fisik, emosional dan sosial yang membuat mereka rentan terhadap masalah kesehatan mental seperti kecemasan, stres dan depresi.
Masalah ini dapat dipengaruhi oleh faktor internal seperti tekanan akademik dan eksternal seperti konflik sosial, lingkungan terdekat di masyarakat, situasi alam yang tidak normal (bencana alam) serta pola asuh keluarga. Kesehatan mental yang baik memungkinkan anak-anak/remaja untuk membangun hubungan positif, mengatasi stress, dan berkontribusi secara produktif dalam masyarakat.
Emil menambahkan kegjatan skrining merupakan langkah penting untuk mengetahui keadaan atau kondisi psikologis anak-anak terdampak gempa bumi yang melanda Flores.
“Melakukan skrining untuk memastikan keadaan maupun kondisi mental/psikologis anak. Skrining dilakukan hari ini adalah bentuk dukungan program dari Yayasan PAPHA Indonesia untuk memastikan kondisi psikologis anak pada posko pengungsian di Gelora Samador tetap terjaga dengan baik secara fisik maupun mental.+++
Bastian.Kopong
