suluhnusa.com_Kematian Gaspar Molan dalam sel ruangan Identifikasi Polres Lembata tidak bisa dipisahkan dari Kasus Linus Notan. Apa sebab ?Karena Gaspar Molan adalah salah satu saksi kunci kematian Linus Notan.
Kematian Gaspar Molan menggemparkan warga Jontona dan seluruh Lembata. Dia ditemukan meninggal dalam sel tahanan ruangan identifikasi Polres Lembata, 2 Februari 2015.
Kronologis keterlibatan Gaspar Molan dalam kasus Kematian Linus Notan sebagai berikut, tanggal 20 Oktober Gaspar Molan diperiksa diperiksa oleh Penyidik Polres Lembata. Dalam keterangannya Gaspar Molan menyebutkan lima nama pelaku bersama dirinya di TKP termasuk nama pelaku yang diduga sebagai otak rencana pembunuhan Linus Notan.
Karena dia mengungkap lima nama termasuk orang yang diduga sebagai otak pelaku tersebut maka, Gaspar Molan melalui adik kandungnya Urbanus Gega meminta perlindungan polisi kepada Gaspar Molan. Dan gaspar Molan mengamankan diri di Polres Lembata sejak tanggal 22 Oktopber 2014.
Dari keterangan Gaspar Molan tersebut, tanggal 24 Oktober 2014, Penyidik Polres Lembata, memanggil lima nama yang diungkapkan Gaspar Molan. Lima nama tersebut adalah Stefanus Lodan, Elias Laran, kedua orang ini yang diungkapkan Molan sebagai orang yang membuat seremoni adat di TKP. Tiga nama lain adalah Laurensius Laba, Feliks Laba dan Yoseph Payong Lela.
Mereka berlima sudah dikonfrontir oleh penyidik Polres Lembata, Lazarus Lit Raya, tanggal 24 Oktober 2014 itu. suluhnusa.com dan salah satu keluarga korban, Hendrikus Hore juga ikut menyaksikan pemeriksaan konfrontir tersbut dari pintu ruangan Riksa III dan IV yang sengaja dibuka.
Dalam pemeriksaan konfrontir itu Gaspar Molan juga memperagakan seluruh peran para pelaku di TKP di hadapan para pelaku. Polisi juga sudah memastikan bahwa apa yang disampaikan dan dilihat oleh Gaspar Molan di TKP adalah orang orang yang saat itu di konfrontir.
Sayangnya penyidik Polres Lembata tidak lalu menetapkan Gaspar Molan dan para pelaku sebagai tersangka. Lambatnya proses penyelidikan sejak bulan September 2014 sampai dengan Februari 2015, tanpa ada kejelasan status para pelaku dan Gaspar Molan.
Dan akhirnya Gaspar Molan ditemukan meninggal tergantung dengan tali rafia disambung tali sepatu dalam sel tahanan ruangan identifikasi Polres Lembata.
Dengan kematian Gaspar Molan, tidak berarti Kasus Linus Notan menjadi terhambat. Tim penyidik Polda NTT, dipimpin langsung AKBP Bambang pada hari kematian Gaspar Molan langsung di kirim Kapolda NTT bersama Kabid Propam Polda NTT, AKBP I Gede Mega Suparwitha, bersama tim DVI dari Polda NTT.
Ti8m ini tiba di Lewoleba melalui larantuka dan menumpang kapal cepat Ina Maria. Mereka tiba Pkl. 20.00 dan langsung melakukan olah TKP. Selesai olah TKP, tim DVI dan dokter Forensik dari Polda NTT, langsung membawa jenasah Gaspar Molan ke RSU. Lewoleba untuk otopsi.
Dan sampai dengan saat ini jenasah masih di rumah sakit karena keluarga menuntut agar pelaku Pembunuhan Linus Notan yang disebutkan Gaspar Molan harus ditangkap selama 7 x 24 jam sejak tanggal 2 Februari 2015. (sandrowangak)
